Al Hazan adalah kesedihan, sedangkan al Huzn adalah sedih. Di dalam terminologi sufistik al huzn (sedih) dan al hazan (kesedihan) adalah keadaan yang menyelamatkan batin yang tersesat di lembah kealpaan. Dan al hazan adalah salah satu sifat dari para ahli suluk (penempuh jalan ruhani).
Syekh Abu Ali al Daqqaq menyebutkan bahwa hamba yang dipenuhi hazan (kesedihan), mampu menempuh jalan taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah Swt hanya dalam waktu satu bulan riyadhah, hal itu sama dengan sepanjang jarak lebih satu tahun riyadhah bagi yang tidak memiliki hazan (kesedihan).
Bagi para sufistik, jika di dalam batin seorang hamba tidak ada hazan(kesedihan), maka hamba tersebut akan menjadi rusak, sebagaimana rusaknya sebuah rumah yang tidak ditempati.
Syekh Sufyan bin Uyainah mengatakan, jika ada seorang hamba ditimpa oleh hazan(kesedihan), maka Allah Swt akan mengasihi mereka semua karena air mata kesedihan itu. Fudhal bin Iyadh mengatakan maal atau harta itu ada zakatnya, demikian juga jiwa ada zakatnya, demikian pula batin, zakatnya adalah hazan (kesedihan)yang berkepanjangan.
Di dalam al Qur’an surat Fathir ayat 34 Allah Swt berfirman :”Dan mereka akan mengatakan (ketika berada di dalam surga), segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan hazan (kesedihan) dari kita.” Di dalam ayat tersebut di atas, disebutkan bahwa hazan atau kesedihan akan sirna pada saat para hamba sudah berada di dalam surga. Dengan kata lain hazan (kesedihan) adalah sahabat dekat yang tidak terpisahkan bagi manusia sepanjang masih hidup di alam dunia.
Hazan (kesedihan) adalah salah satu alat bagi Allah Swt yang digunakan untuk menghapus dosa dosa hamba.
Di dalam hadits riwayat imam Ahmad, al Bukhari, dan Muslim dari sahabat Abu Sa’id al Khudry, Rasulullah Saw bersabda:”Tidak sesuatu-pun dari keburukan menimpa hamba yang beriman, apakah itu penderitaan, penyakit, kesedihan, atau rasa sakit yang merisaukan, kecuali Allah Swt akan mengampuni dosa dosanya.”
Ketika Syekh Abu Utsman al Hiry ditanya tentang hazan(kesedihan), ia menjawab, bahwa orang yang merasakan kesedihan adalah orang yang tidak punya waktu untuk menyibukkan diri dengan pertanyaan tentang kesedihan. Oleh karenanya berjuanglah untuk mendapatkan kesedihan, lalu bertanyalah. Wallahu’alam.





Comments 3
101163 608359I certainly did not realize that. Learnt one thing new today! Thanks for that. 709771
255501 830202Were glad to become visitor on this pure site, regards in this rare information! 481494
702214 312020You truly need to experience a tournament for starters with the finest blogs online. Let me recommend this excellent web site! 55241