Dr. Marzuki Traktir Mie Udang

Azzawiy – Kamis malam, handphone saya berdering slow. Volumenya sedikit rendah. Satu menit kemudian. SAYA raih handphone, lalu lihat pesan. Ada pesan masuk dari Dr. Marzuki.

Saya coba buka pesannya. Saya duga, pasti ada INFORMASI penting akademik. Biasanya, setiap ada hal penting, Dr. Marzuki akan japri. Tentu hal – hal akademik.

Baca WA

Saya baca WA. Isinya “menggoda” sekali. Siapapun, sepertinya akan “tergoda”. Saya sempat kaget, lalu tersenyum. Ini sangat menggoda. Pesannya singkat, tapi begitu renyah. Isi WA nya, “Kanda, apa kita makan mie udang malam ini”.

Ajakan makan mie udang, nice sekali. Pasti enak. Saya replying “oke dinda”, sapaan akrab saya untuk Dr. Marzuki. Dan, saya tunjukkan tempat makan mie udangnya.

Makan Mie Udang

Kita janjian makan mie udang di pukul 21.00 wib. Kamis malam, atau malam Jum’at. Cuaca dingin, sebelumnya hujan.

Alhamdulilah, saya hadir penuhi janji dengan dinda Dr. Marzuki.

Akhirmya, kami makan mie udang bersama Riza Fahmi, Asrul dan Zaiyar.

Bicarakan Heutagogi

Bicarakan beberapa tema yang saat ini perlu dicermati para akademikus. Misalnya, diskusi tentang peran tokoh. Dan kami sepakat bahwa tokoh tidak pasif tetapi aktif dan menggerakkan.

Kemudian, konsep belajar Heutagogi, kelanjutan dari konsepsi Andragogi yang cukup familiar dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

Konsepsi Heutagogi sangat menarik dibicarakan, dan relate dengan kemajuan saat ini. Para akademikus harus memahami konsepsi ini secara utuh, mulai dari Paedagogi, Andragogi dan Heutagogi.

Other Activities

Post Terbaru