Khauf, di dalam bahasa Arab adalah bentuk mashdar (akar kata atau kata kerja yang dibendakan) dari fi’lul maadhi (kata kerja masa lampau) Khaafa-Yakhafu-Khaufan-wa Khiifatan- wa Makhaafatan yang artinya takut atau menakutkan. al Khauf bisa juga diartikan, sebagai bentuk kekhawatiran dan ketakutan yang merupakan lawan dari kata al Amnu (aman dan nyaman).
Di dalam bingkai berpikir tasawuf, al Khauf adalah rasa takut yang merupakan sesuatu yang berkaitan dengan kejadian yang akan datang.Sebab seorang hamba hanya merasa takut jika sesuatu yang dibenci tiba dan yang dicintai sirna. Dan realita tersebut, terjadi di masa depan atau mendatang. Jika ada rasa takut yang datang secara tiba tiba pada diri seorang hamba, maka itu bukan khauf (rasa takut) yang dimaksud oleh para sufistik.
Khauf (rasa takut) nya seorang sufistik adalah takut karena dan kepada Allah Swt. Khauf (rasa takut)nya hamba kepada Allah Swt adalah manifestasi dari mematuhi perintah Allah swt itu sendiri.
Allah Swt berfirman di dalam surat Ali Imran ayat 175, “Maka takutlah kepada-Ku, jika kamu orang orang yang beriman.” Khauf disamping perintah Allah Swt kepada hambanya, juga merupakan sebuah pengakuan bagi para hamba akan ke-Mahakuasaan Allah Swt atas diri para hamba.
Di dalam surat al Nahl ayat 50, Allah Swt berfirman:” mereka takut kepada Allah Swt tuhan mereka yang berkuasa atas mereka.”
Menurut Syekh Abu Ali al Daqqaq, khauf (rasa takut) itu memiliki berbagai tahapan, yaitu khauf, khassyah, dan haibah. Abu Qasim al Hakim, mecatat ada dua jenis takut, yaitu, pertama Rahbah (rasa gentar) hamba kepada makhluk ciptaan Allah Swt dan kedua, Khasyyah (rasa takut kepada Allah Swt).
Hamba yang mengalami Rahbah (gentar), akan lari atau menghindar dari yang ditakutinya.Tetapi orang yang Khasyyah (takut kepada Allah swt) akan mendekat dan berlindung kepada Allah Swt, dan Khauf adalah yang mendatangkan Khasyyah pada diri seorang hamba.
Syekh Hatim al Asham mengatakan:”segala sesuatu ada perhiasannya dan perhiasan ibadah itu adalah al khauf(rasa takut)kepada Allah Swt.
Pada suatu hari syekh Bisyru al Hafi berkata kepada muridnya, sepertinya kamu takut akan kematian? lalu Bisyru al Hafi menjawab sendiri pertanyaannya, ketahuilah bahwa datang ke hadirat Allah Swt adalah suatu perkara yang sangat dahsyat jika tidak dipersiapkan dengan kesungguhan ibadah dan amal shalih serta khauf (rasa takut) pada batin.
Dzunun al Mishry mengatakan bahwa seorang hamba akan tetap berada di jalan Allah Swt sepanjang khauf (rasa takut) kepada-Nya tidak tercabut dari batinnya.
Abu Sulaiman al Darany berkata:”Manakala khauf telah meninggalkan batin seorang hamba, niscaya binasalah dia”. Allah Swt berfirman di dalam surat al Sajadah ayat 16, Mereka berdo’a, menyeru kepada Allah Yang Maha Memelihara mereka dengan penuh rasa Khauf (rasa takut) dan Thama’an (penuh rasa harap).
Allah Swt juga berfirman di dalam surat al Zumar ayat 47, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah Swt yang belum pernah mereka perkirakan”.
Syekh al Husein bin Manshur berkata : “Siapapun yang takut akan sesuatu selain hanya kepada Allah Swt atau berharap akan sesuatu selain kepada-Nya, maka semua pintu akan tertutup baginya dan rasa rahbah (rasa gentar) akan terus mendominasinya, batinnya akan tertutup tujuh puluh lapisan tabir, sehingga yang tinggal pada batinnya hanyalah keragu-raguan.Wallahu’alam




