Azzawiy.id – Sepulang dari Banda Aceh, usai mengikuti kegiatan bersama Bawaslu Aceh, SAYA mendapat ajakan yang cukup istimewa dari Rektor Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Bireuen, Dr. Nazaruddin Abdullah, MA.
Beliau mengundang SAYA untuk menikmati secangkir kopi bersama di Kota Bireuen. Undangan ini tentu tidak saya lewatkan. Selain untuk melepas penat setelah rangkaian aktivitas yang cukup padat, ini juga menjadi kesempatan berharga untuk berdiskusi santai dengan salah satu tokoh pendidikan Islam di Aceh.
Setiba di Bireuen, SAYA ditemani Tajul Munir dan Surya Armanda langsung menuju sebuah warung kopi yang tergolong baru dibuka. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan.
Kami berdiskusi mengenai berbagai hal, mulai dari perkembangan pendidikan Islam di Aceh, peran kampus dalam membina generasi muda, hingga tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Obrolan kami mengalir ringan, namun sarat dengan nilai dan makna.
Ngopi sore itu bukan sekedar menikmati aroma dan rasa kopi, melainkan menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan.
Saya merasa bersyukur bisa terlibat dalam perbincangan yang membuka wawasan, di tengah suasana santai dan friendly.
Perjalanan ini menjadi salah satu pengalaman yang akan selalu saya kenang – perpaduan antara silaturahmi, ilmu, dan secangkir kopi yang menyatukan semangat.

