Sering kali pencitraan dipandang negatif karena dianggap mengandung kepentingan tertentu. Selain dinilai sebagai upaya untuk menonjolkan diri, perilaku ini juga kerap dibenci banyak orang. Mereka beranggapan bahwa yang diinginkan adalah ketulusan – sesuatu yang lahir dari hati terdalam manusia. Pandangan tersebut dapat dipahami. Namun, pada kenyataannya, sepanjang hidup kita tetap perlu menampilkan citra diri yang baik, karena manusia dituntut untuk terus bergerak bersama menuju kebaikan. Bahkan di hadapan Tuhan, kita pun diharapkan memiliki citra yang baik agar dicintai dan dikasihi – Nya.









































