Bersama Abu Chik Diglee

Hari ini, saya berkesempatan bisa ngobrol dan ngopi bersama Abu Chik Diglee, yakni ; Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA. Figurnya tidak asing lagi di Kota Langsa, Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Sunday yang cerah, dan mentari kian merekah di ufuk langit Kota Langsa. Saya bisa diskusi seputar religi, dan sharing pengetahuan Islam. Karena saat ini Abu Chik Diglee memimpin pondok MASHRAH LAMPOH IRENG.

Diskusi dengan Abu Chik Diglee sangat menarik dan banyak hal yang bisa kita petik darinya, baik ilmu hadist, al-Qur’an  dan pengetahuan lainnya.

Dalam perbincangam dengan Abu Chik Diglee, beliau menjelaskan tentang MASHRAH LAMPOH IRENG, lembaga yang saat ini beliau asuh (pimpin).

MASHRAH LAMPOH IRENG adalah Majelis Studi Hadits dan Ratib Haddadiyah, berkedudukan di wilayah perbukitan yang menjadi bagian dari anak dataran tinggi rentangan panjang bukit barisan yang masuk ke dalam wilayah kecamatan Langsa Lama, Pemerintahan Kota Langsa.

Suasana di MASHRAH LAMPOH IRENG masih sangat asri, di kelilingi oleh berbagai pepohonan produktif dengan kondisi lembahnya yang hijau membentang, asri dan sejuk serta terkurung oleh tembok tembok yang mengilustrasikan suasana dayah yang melekat bersatu dengan alam.

Majelis Ratib Haddadiyah ini, dipimpin oleh Abu Chik Diglee yaitu; Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA. Beliau meneruskan dan mengamalkan ilmu tentang ratib Haddadiyah ini dari gurunya Kiai Haji Syekh Hidayat Cepu dan Kiai Haji Syekh Mukhayan Blora mursyid thariqat Haddadiyah terkemuka di pulau jawa.

Silsilah Thariqat Haddadiyah bermula dari Wali Quthub Hadratu Syekh Abdullah bin Alwi al-Hadad yang nasabnya sampai kepada Husein bin Ali bin Abi Muthalib.

Hadratu Syekh Abdullah bin Alwi al Hadad lahir di Tarim tahun 1044 Hijriyah dan wafat pada tahun 1132 Hijriyah.

Beliau menerima ijazah ilmu thariqat Haddadiyah dari gurunya Sayyid Muhammad bin Alwi Makkah.

Beberapa hal penting dari Thariqat Haddadiyah adalah Ratib Haddadiyah, yang merujuk kepada Ahlusunnah Waljama’ah, bermadzhab Syafi’i secara fikih dan Asy’ariyyah/Maturidiyah secara i’tiqadi.

Ratib Haddadiyah yang diamalkan oleh Abu Chik Diglee di MASHRAH LAMPOH IRENG meliputi dzikir qalbu dan dzikir lisan bil hudhur (hadirnya hati, perasaan dan pikiran pada saat berdzikir), hati tenggelam di dalam dzikir, dan lisan terus terbasahi oleh dzikir dan mengedepankan Adab Nubuwah (Adab adab yang dijadikan kaifiyat atau tata cara dalam menjalani kehidupan oleh Nabi Muhammad saw).

Thariqat dan Ratib Haddadiyah di Aceh juga diamalkan oleh Abu Tgk. Haji Hasan Kreungkale (Allah Swt Yarham) dan Abu Tgk. Haji Pucuk Alue (Allahu Swt Yarham).

Kita mendoakan agar Abu Chik Diglee diberikan kesehatan dan kemuliaan oleh Allah Swt dalam mengajarkan kebaikan kepada masyarakat, amin ya rabbal ‘alamin.

Comments 4

  1. Awaluddin says:

    Barakallah Gure lon syg…

  2. white leaf says:

    745061 719456really excellent put up, i actually enjoy this internet web site, keep on it 169559

  3. 931782 793014Thank you a great deal for sharing this with all individuals you in fact recognize what youre speaking about! Bookmarked. Please furthermore talk over with my internet internet site =). We could have a hyperlink alternate arrangement among us! 629182

  4. 203570 931381Hey man, .This was an excellent page for such a hard topic to speak about. I appear forward to reading a lot of more wonderful posts like these. Thanks 940274

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Popular Figure Of The Week

Related Posts

Milad HMI - Azzawiy id

Related Posts