“Rangkang”

Ketika disebut kata “Rangkang”, maka asosiasinya, bahwa “Rangkang”, adalah tempat istirahat petani disawah. Persepsi itu, tidak salah, bahkan wajar apalagi bagi generasi milineal.

Sejatinya, “Rangkang” dalam term Aceh dikenal sebagai “lembaga pendidikan Islam”. Secara historis, “Rangkang” muncul ketika seorang Syaykh dari India, yakni; Abd. Allah b Muhammad datang ke Aceh sekitar awal abad ke 15 M.

Kata “Rangkang” tidak ada dalam nomenklatur bahasa Aceh. “Rangkang”, istilah India yang diimported ke Aceh, dibawa oleh Syaykh Abd. Allah b Muhammad. Kata “Rangkang”, bukan berasal dari bahasa Arab, dan murni dari India.

Berbeda dengan kata “Meunasah” dan “Dayah”. Kedua kata ini, hasil serapan dari bahasa Arab. “Meunasah” dari kata “Madrasah”, sedangkan “Dayah” dari kata “Zawiyah”.

“Rangkang” tidak begitu populer di era milineal, bahkan cenderung dipahami sebagai bangunan kecil disawah. Padahal, “Rangkang” punya peran strategis dalam pembentukan peradaban Islam di Aceh.

Sebutan “Teungku Rangkang” masih sering diucapkan pada institusi Dayah. Tetapi “Rangkang” sebagai institusi pendidikan Islam sudah tidak begitu populer. Bahkan, ada yang menyamakan “Rangkang” dengan “Balee”, padahal kedua lembaga ini berbeda.

Selain itu, “Rangkang”, secara kultural bermutasi menjadi bentuk lain. Kata “Rangkang” digunakan ditempat yang berbeda, seperti; “disawah”, “tambak”, bahkan digunakan sebagai nama “merek bisnis”.

Transmutasi “Rangkang”, tentu memiliki latar filosofis dan sosiologis. Seperti, istilah “Zeitgeist”, dalam konsep Georg Hegel. Ada “reasoning” dan semangat zaman, yang membuat “Rangkang” berkembang. Dan, “Rangkang” tidak mengalami metamorfosis. Bahkan, berpotensi tereduksi hakikatnya di era milineal.

Dalam sejarah Aceh, sejatinya “Rangkang” tumbuh dan berperan sejajar dengan “Meunasah”, “Dayah”, dan Balee”. Institusi ini, aktif dan pusat diskursus keilmuan. “Rangkang” menarik untuk diketahui, karena “Rangkang” sebagai heritage peradaban Islam di Aceh.

Institusi “Rangkang” menjadi fokus diskusi saya bersama Yustizar, M.Pd.I dan Armansyah B Pulo, M.Pd.I (Abu Pulo). Mereka adalah tokoh – tokoh muda, yang energik dan brilian. (Kamis, 26 September 2019).

Related Posts

Comments 8

  1. pasarqq says:

    912092 772771Taylor Lautner By the way you might want to take a look at this cool website I found 385879

  2. 475147 663761Just wanna comment which you have a very nice internet internet site , I adore the style it in fact stands out. 167162

  3. 910813 77556I will tell your friends to go to this internet site. .Thanks for the write-up. 716856

  4. 192198 216014Actually nice style and style and superb content material , nothing at all else we require : D. 584211

  5. 646980 948182This is something I in fact need to try and do lots of analysis into, thanks for the post 843732

  6. 312451 627190This internet page is often a walk-through its the internet you wanted about this and didnt know who to question. Glimpse here, and youll totally discover it. 290800

  7. 724606 951164OK 1st take a great appear at your self. What do you like what do you not like so much. Function on that which you do not like. But do not listen to other folks their opinions do not matter only yours does. Function on having the attitude that this is who you are and if they dont like it they can go to hell. 397823

  8. 346246 967647Id ought to seek advice from you here. Which is not something I do! I love reading an article that could make men and women feel. Also, several thanks allowing me to comment! 674013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lasted

Popular

Post Terbaru