Abu Chik Diglee

image

Abu Al Husain

Oleh : Abu Chik Diglee

ABU AL HUSAIN yang dimaksud adalah Muslim bin al Hajjaj bin Muslim al Kausyaz al Qusayri al Naisaburi. Ia adalah murid dari imam Muhammad bin Ismail al Bukhari dari Bukhara. Imam Muslim adalah salah satu imam ahli hadits terkemuka ke dua, di dalam Islam.

Imam Muslim lahir di Naisabur, Khurasan, pada tahun 206 Hijriah (821.M).Ia wafat pada hari Minggu sore, dan dimakamkan keesokan harinya pada hari Senin pagi, tanggal 25 Rajab 261 Hijriah di pemakaman Nasr ‘Abad, Naisabur.Umur kehidupannya singkat, hanya 55 tahun, tetapi karya karyanya menyertai ummat Islam dari berbagai generasi, ilmunya terus mengalir dan hidup melampaui berbagai dinamika zaman.

Awal pengembaraan ilmu haditsnya, dimulai pada tahun 218 H. Di Khurasan, ia berguru kepada syekh Yahya bin Yahya dan imam Ishak bin Rahawaih, dua ulama hadits terkemuka pada masa itu.

Selanjutnya di kota Ray, imam Muslim berguru kepada ahli hadits yang bernama, syekh Muhammad bin Mahran dan syekh Abu Ansan. Kemudian ke negeri Iraq, ia belajar hadits kepada imam Ahmad bin Hanbal dan imam Abdullah bin Maslamah. Berikutnya ke Hijaz, ia belajar kepada syekh Sa’id bin Manshur dan imam Abu Mas’ab.

Perjalanan berikutnya ke Mesir, di kota Spink ini, imam Muslim belajar kepada imam ‘Amar bin Sawad dan syekh Harmalah bin Yahya. Dan untuk menyempurnakan ilmunya di dalam bidang hadits, ia belajar kepada imam Muhammad bin Ismail al Bukhari di Bukhara.Setelah ia menjadi guru hadits, banyak pula murid muridnya, seperti Abu Isa al Tirmidzi, Abu Bakar bin Khuzaimah, Abu Hatim Muhammad al Razi, dan lain lain.Imam Muslim meninggalkan banyak karya keilmuan, seperti kitab al Jami’ al Shahih (Shahih Muslim), Al Jami’ al Kabir, al ‘Aqran, Hadits Amru bin Syu’aib, Masyayikhu Malik,Aulaadu al Shahaabah, Dzikru Ahwami al Muhadtsiin, dan lain lain.

Syekh Ishak bin Mansur al Kausaj, mengatakan, “Kaum Muslimin tidak akan kehilangan kebaikan, selama Allah swt menetapkan imam Muslim bersama mereka.”Ini artinya sepanjang ummat Islam terus memegang sunnah Rasulullah saw yang ada di dalam kitab kitab hadits shahih, seperti kitab Shahim imam Muslim itu, maka ummat Islam akan terus terbimbing kehidupannya.Oleh karenanya, ulama besar dari madzhab Syafi’i yaitu imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf al Nawawiy al Dimasyqi (631H-676.H) mensyarah kitab Shahih Muslim tersebut, untuk menjadi salah satu pedoman dalam hal hadits dan pemahaman terhadap kandungan isi hadits.

Alangkah mulianya para ulama, yang telah memberi cahaya ilmunya kepada ummat, sehingga terus menjadi monumen yang hidup dalam sanubari setiap Muslim, di sepanjang zaman.

Semoga Allah swt mengampuni kekhilafan mereka, dan menempatkan mereka di dalam surga.Akhirnya, terkenanglah kita kepada surat al Rahman (55), ayat 60, “Hal Jaza’ul Ihsan Illal Ihsan?” Artinya, “Bukankah balasan atas kebaikan itu adalah kebaikan pula.” Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru