Abu Chik Diglee

image

Ahmad Al Nury

Oleh : Abu Chik Diglee

AHMAD AL NURY memiliki nama lengkap Ahmad bin Muhammad al Nury, ia lahir, besar dan wafat di Baghdad. Syekh Ahmad al Nury berasal dari suku Baghawy, dan ia adalah murid dari syekh Sary al Saqathy dan syekh Ibnu Abul Hawary. Syekh Ahmad al Nury, satu generasi dengan syekh al Junayd al Baghdady, syekh Ahmad al Nury wafat pada tahun 295 Hijriah bertepatan dengan tahun 908 Miladiah dan dimakamkan di Baghdad.

Syekh Ahmad al Nury dikenal berbudi luhur dan sekaligus juga memiliki kedalaman ilmu dalam bidang cahaya bathin. Beberapa ucapan sufistiknya yang terkenal adalah, “tashawuf, pada hakekatnya adalah meninggalkan bagian nafsu untuk setiap detiknya. “Syekh Ahmad al Nury juga mengatakan: “Sesuatu yang mulia yang dibutuhkan para hamba dalam setiap lintasan zamannya ada dua hal, yaitu, pertama, hamba yang alim yang mengamalkan ilmunya dan kedua, hamba yang ‘arif yang berbicara tentang hakekat.”

Syekh Ahmad al Nury mengatakan, “Siapapun yang mengaku memiliki tingkat tahapan ruhani yang tinggi di sisi Allah swt., namun menyimpang dari hukum syari’at, maka janganlah anda dekati hamba tersebut.”Syekh al Junayd al Baghdady mengatakan, “Sejak syekh Ahmad al Nury wafat, tidak satupun orang di Baghdad, yang gigih membicarakan hakekat kejujuran, wafatnya seorang hamba yang rasikhuna fi al ‘ilmi, ikut terkubur bersamanya mutiara ilmu dan permata kejujuran.”

Syekh Ahmad al Maghazily, mengatakan, “Tidak pernah aku melihat di era kehidupanku, seorang hamba, yang lebih bhakti di dalam ibadah melebihi syekh Ahmad al Nury.”Di saat saat awal perjalanan spiritualitasnya, syekh Ahmad al Nury, menjalani kehidupan hari harinya dengan berpuasa, dan itu ia jalani selama dua puluh tahun lamanya. Ia selalu membagi-bagikan rotinya di jalan jalan kota Baghdad, kepada para hamba yang membutuhkan, sedangkan ia sendiri menempuh kehidupan dengan melaparkan dirinya, melalui ibadah puasanya.

Syekh Ahmad al Nury juga berkata, “Pakaian bertambal tambal, tetapi halal, lebih berharga dan punya nilai, daripada batu permata yang paling berharga sekalipun.”Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru