Abu Chik Diglee

image

Al Du’aa’ (Part.1)

Oleh : Abu Chik Diglee

Al Du’aa’ di dalam bahasa Arab merupakan kata musytarak, yaitu satu kosa kata yang memiliki arti lebih dari satu arti. Di dalam bahasa Indonesia, al du’aa’, artinya memanggil, menyeru, mengundang, memohon, minta tolong kepada.

Al Du’aa’, adalah bentuk mashdar (akar kata) dari fi’lul maadhi da’aa, fi’lul mudhaari’-nya – yad’u, dan isim mashdar-nya, du’aa’an – wa da’watan. Berkenaan dengan al du’aa’, di dalam al Qur’an surat al A’raf ayat 55 Allah Swt berfirman: “Berdo’alah kepada Rabb-mu dengan penuh rendah diri dan dengan suara yang lirih.”

Selanjutnya di dalam surat al Mu’min ayat 60, Allah Swt berfirman:”Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan do’amu.”
Di dalam hadits riwayat imam al Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik, Nabi saw bersabda:”Al du’aa’u mukhul ibadah(do’a itu adalah inti ibadah).”

Syekh Abu Ali al Daqqaq mengatakan bahwa, do’a adalah kunci bagi setiap kebutuhan. Dan do’a adalah tempat peristirahatan bagi para hamba yang membutuhkan, tempat berteduh bagi yang terhimpit dan kelegaan batin bagi para hamba perindu Sang Khaaliq.

Menurut imam al Qusairy, Allah Swt menghinakan para hamba yang meninggalkan berdo’a, melalui firman-Nya di dalam surat al Taubah ayat 67 yang menyebutkan:”Mereka menggenggamkan tangangannya.” Ayat ini menurut imam al Qusairy, dapat ditafsirkan dengan makna, “Mereka tidak mengangkat tangan mereka dengan terbuka untuk berdo’a kepada Allah Swt.”

Syekh Sahl bin Abdullah berkata, do’a yang paling dekat untuk dikabulkan adalah do’a yang sifatnya seketika, maksudnya adalah do’a yang terpaksa dimohonkan oleh para hamba kepada Allah Swt, dikarenakan kebutuhannya yang mendesak, terhadap apa yang dido’akannya.

Imam al Hakim di dalam kitabnya al Mustadrak ‘Ala Shahihain meriwayatkan hadits dari Sayidina Ali bin Abi Thalib, dimana Nabi saw bersabda:”Demi Dia yang jiwaku berada pada genggaman kekuasaan-Nya, jika seorang hamba yang dimurkai Allah Swt berdo’a, Allah akan menolaknya. Lalu orang itu berdo’a lagi, akhirnya Allah Swt berfirman kepada para malaikat-Nya, hamba-Ku itu menolak untuk berdo’a kepada selain-Ku, maka Aku-pun mengabulkan do’anya.”

Marilah kita menjadi para hamba yang lazim bersimpuh, menengadahkan kedua tangan dengan penuh kehinaan untuk berdo’a kepada Allah Swt, karena Allah Swt adalah Al Shamad, tempat semua hamba bermohon dan bermunajat kepada-Nya. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru