Abu Chik Diglee

image

Al Harits Al Muhasiby

Oleh : Abu Chik Diglee

Al Harits al Muhasiby, memiliki nama lengkap Abu Abdillah al Harits bin Asad al Muhasiby. Syekh al Harits al Muhasiby, wafat di Baghdad pada tahun 243 Hijriah., bertepatan dengan tahun 857 Miladiah.

Menurut imam al Qusyairy, tidak ada orang yang sehebat syekh al Harits al Muhasiby di era zamannya, dalam hal ilmu, wara’, muamalat dan adab. Dalam keadaan miskin papa, ia tidak mau menerima uang warisan dari almarhum ayahnya sebanyak tujuh puluh ribu dirham, demi menjaga sifat wara’-nya.

Menurut kesaksian syekh Muhammad bin Masruq, ketika syekh al Harits al Muhasiby wafat, sama sekali ia tidak memiliki harta. Uang warisan dan tanah ladang yang luas membentang di Bashrah, yang merupakan haknya dari warisan almarhum ayahnya, sama sekali tidak diambilnya sampai dia wafat dalam keadaan tidak memiliki apa apa, begitulah cara syekh al Harits al Muhasiby memelihara sifat wara’ yang ada pada dirinya.

Menurut kesaksian syekh Abu Ali al Daqqaq, bahwa syekh al Harits al Muhasiby, jika menjulurkan tangan untuk mengambil makanan yang ada sedikit saja unsur syubhatnya, maka tangannya bergetar secara refleks, berkeringat kemudian menjadi tidak berdaya, sehingga ia urung mengambil makanan itu.

Syekh Abu Abdillah bin Khafif mengatakan, bahwa syekh al Harits al Muhasiby, telah mengintegralkan antara ilmu syari’at dengan kekayaan pengalaman batin sufistiknya, secara maksimal dan sungguh sungguh. Syekh al Harits al Muhasiby mengatakan, “Siapapun yang meluruskan batinnya melalui muraqabah dan ikhlas, niscaya Allah swt akan menghiasi lahiriahnya dengan mujahadah dan kepatuhan terhadap sunnah sunnah Nabi saw.” Ada pesan yang sangat menginsyafi dari syekh al Harits al Muhasiby yang beliau katakan langsung kepada juniornya, yaitu syekh al Junayd al Baghdady, isi pesannya adalah, “jangan berikan makanan kepada para fakir, jika akurasi tingkat kehalalannya masih dipertanyakan.”

Hal itu sebagai sebuah nasihat dari syekh al Harits al Muhasiby, karena syekh al Junayd al Baghdady, pernah memberikan makanan yang diantar orang pesta walimatul ‘urusy ke rumah- nya, yang kemudian disuguhkan kepada syekh al Harits al Muhasiby, yang ternyata ada unsur syubhat di dalamnya, sehingga syekh al Harits al Muhasiby yang baru memakannya sesuap, lalu memuntahkannya.Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru