image

Al Masyhuur

Oleh : Abu Chik Diglee

AL MASYHUUR yang dimaksud adalah hadits masyhur, yaitu hadits yang diriwayatkan bersama oleh tiga atau lebih perawi dari seorang guru hadits.Ibn Hajar al Asqalani menyebutkan, hadits masyhur adalah hadits yang memiliki jalur terbatas, tetapi lebih dari dua jalur dan tidak sampai pada derajat mutawatir.

Menurut Muhammad ‘Ajjaj al Khatib, sebahagian ulama menyebut hadits masyhur dengan hadits mustafidh,karena faktor pupularitasnya atau tingkat tersebarnya yang luas. Mustafidh sering muncul dalam ungkapan “faadhaa al maa’u faidhan” (air mengalir).Bentuk mudhari’nya yafiidhu dan mashdarnya faidhan.

Ada juga yang membedakan antara mustafidh dan masyhur.Dimana masyhur dipandang lebih luas dari mustafidh. Para ulama ahli hadits lebih sering menggunakan terminologi masyhur, daripada mustafidh.Terma hadits masyhur dan hadits mustafidh, meskipun diriwayatkan secara banyak, tidak selamanya berstatus shahih.
Karenanya hadits masyhur dan mustafidh ada yang shahih, hasan, dan dha’if.

Dalam realitas kehidupan umat Islam, hadits masyhur tampil dalam standar yang beragam, ada yang masyhur di kalangan ahli hadits, di tengah tengah umat, di kalangan fuqaha’, dan di tengah tengah ahli ushul.Misalnya, hadits “Abghadu al halaali ilallahi al thalaaqu.” Artinya, “perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah cerai.”Hadits ini masyhur di kalangan ulama fiqih.

Adapun di antara hadits yang masyhur di kalangan ulama ushul adalah, “Rufi’a ‘an Ummatiy al Khatha’u wa al nisyaanu wamastukrihuu ‘Alaihi.”Artinya, “Diangkat dari ummatku kekeliruan,kelupaan, dan yang dipaksakan kepada mereka.”Dan salah satu contoh hadits yang masyhur dikalangan masyarakat awam adalah hadits, “Mudaaratu al Naas Shadaqatun.” Artinya, “Sumbu sosialitas manusia itu adalah shadaqah.”

Ada juga hadits yang masyhur di semua kalangan umat Islam, misalnya hadits, ” Al Muslimu man Salima al Muslimuuna min Lisaanihi wal Muhaajiru man Hajara ma Harramallahu.”artinya, “Orang Islam itu adalah orang yang menyelamatkan orang Islam yang lain dari lisannya.Sedangkan yang dimaksud dengan orang yang hijrah, adalah orang yang meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allah swt.”

Dengan pemahaman yang utuh dan benar tentang hadits masyhur dan mustafidh, diharapkan bertambah wawasan pada umat Islam, bahwa hadits yang masyhur dan mustafidh atau populer tidak mesti otomatis shahih.Bisa jadi tingkatannya hasan atau bahkan dha’if. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Related Posts

Milad HMI - Azzawiy id

Related Posts