Di dalam surat al Balad ayat
ketiga belas sampai dengan ayat yang kedelapan belas, disebutkan tafshili (rincian) daripada al ‘aqabah (jalan kehidupan mendaki lagi sukar) yaitu, pertama, membebaskan hamba sahaya atau budak. Kedua, memberi makan pada hari terjadinya kelaparan. Ketiga, menyantuni anak yatim miskin yang ada hubungan kerabat. Keempat, memberi makan orang miskin yang sangat fakir. Kelima, menjadi orang yang beriman. Keenam, saling berpesan untuk bersabar. Ketujuh, saling berpesan untuk saling berkasih sayang.
Jika ketujuh al ‘aqabah ini terpenuhi semuanya , maka para hamba akan menjadi ashaab al maimanah (golongan kanan) yang selalu mendapatkan curahan keberkahan dari Allah swt.
Di dalam surat al Insyiqaq, surat ke 84 ayat 6 disebutkan, bahwa para hamba yang telah bersusah payah atau bekerja keras menuju Rabb-nya, maka pasti akan menemui Rabb-nya, dan di dalam ayat yang ke tujuh disebutkan bahwa para hamba yang menerima catatan amalnya dari sebelah kanan (biyamiinihi), maka ia akan dihisab (diperiksa) dengan pemeriksaan yang mudah (hisaaban yasiiraa).
Dan mereka yang menerima catatan amalnya dari sebelah kanan, oleh Allah swt disebut dengan penamaan ashaab al yamiin. bagi mereka tersebut, juga diperkenankan untuk bergabung dengan keluarganya di dalam kehidupan alam akhirat kelak.
Para hamba yang menempuh jalan kebaikan dari dua pilihan jalan itu (ashaab al yamiin), akan mendapatkan kenyamanan dan kemuliaan hidup di alam akhirat, seperti yang dijelaskan oleh Allah swt di dalam surat al Waqi’ah, surat ke 56 ayat 27 sampai dengan ayat ke 38.
Para ashaab al yamiin, akan merasakan suasana nyaman berteduh di bawah pohon bidara surga yang rindang tanpa tanpa duri, menikmati pohon pisang yang bersusun susun buahnya, berada dalam realitas nauangan yang menyejukkan, dalam hamparan yang luas membentang, ada suasana air yang terus mengalir tanpa henti, tidur di kasur yang tebal dan empuk, ada pasangan hidup yang diciptakan oleh Allah swt secara langsung dan dalam keadaan yang masih perawan, yang penuh cinta kasih lagi sebaya usianya.
Itulah gambaran realita kebahagiaan bagi pemilih jalan kebaikan dari dua pilihan jalan (al najdain), yang Allah swt berikan kepada setiap para hamba.Teruslah bertahan di dalam kebaikan, meskipun terkadang berada di dalam suasana yang yang sangat memprihatinkan. Wallahu’alam




