Abu Chik Diglee

image

Al tsanaa’u ‘alallah

Oleh : Abu Chik Diglee

AL TSANAA’U ‘ALALLAH artinya adalah memuji kepada Allah.Orang beriman yang benar dan sehat imannya, senantiasa akan bertahmid, yaitu memuji kepada Allah swt. Dengan demikian, Iblis tidak berkesempatan, memperdaya diri para hamba, untuk memuji dirinya sendiri.Hakikat menghindari memuji diri sendiri adalah menutup peluang terjadinya sum’ah.Tidak ada amal kebaikan kita yang pantas untuk membuat kita menjadi sum’ah.Karena semua kebaikan yang telah dilakukan oleh para hamba, pada ghalibnya, tidak satupun yang terlepas dari karunia Allah swt., jadi bukan semata perbuatan hamba itu sendiri.

Imam Ibnu Hajar al Asqalani dan Izzuddin Abdussalam menjelaskan tentang sum’ah, yaitu seorang hamba yang memberitahukan amal shalihnya kepada orang lain, dengan mengharapkan adanya pujian dan penghargaan atau orang yang memuji muji dirinya, dihadapan orang lain, untuk membanggakan diri.

Banyak memuji Allah swt adalah jalan terbaik untuk menggapai kerendahan hati.Syekh Ahmad Ibnu ‘Atha’illah mengatakan, tidak ada sesuatu yang dapat melepaskanmu dari sifat kesombongan, kecuali dalamnya penghayatanmu terhadap tahmid, yaitu memuji kepada Allah swt. Para hamba akan selalu terikat kepada benda benda, pujian pujian yang kesemuanya itu adalah semu, sepanjang dia tidak berhajat dan lalai bertahmid memuji kepada Allah swt.

Setiap para hamba harus menyadari, bahwa bertahmid memuji Allah swt itu, adalah bahagian dari ibadah seorang hamba kepadaNya.Oleh karenanya para hamba harus menggunakan pikirannya agar bisa fokus untuk bertahmid memuji Allah swt.

Para sufistik berberinsip, “Al Fikratu siraaju al qalbi faidzaa dzahabat fala idhaa’ata lahu.” Artinya, “Pikiran itu sebagai pelita hati, jika ia padam, maka hilanglah penerangan baginya.”Para saalik penempuh jalan ruhani, selalu mengungkapkan isi hatinya, “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Terpuji, jadikanlah kami para hambamu yang selalu larut dalam memujiMu. Ya Allah jadikanlah hamba, sebagai hambamu yang fakir di dalam limpahan segala macam bentuk kekayaanMu. Ya Allah jadikanlah hamba, sebagai hamba yang bodoh dalam samudera tanpa batas ilmuMu. Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai hamba yang lemah dalam curahan kekuatanMu.

Ya Allah, jadikanlah hamba, sebagai hamba yang jauh, namun dalam bingkai kedekatan dengan rahmatMu”Jikapun ada jalan panjang yang terus menerus dihiasi oleh keindahan, maka jalan itu adalah jalan seorang hamba yang sedang larut dalam untaian tahmid dan tasbih kepadaNya.Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru