BIRRUL WAALIDAIN, artinya, berbuat baik kepada kedua orang tua.Terminologi birrul waalidain, dipergunakan Nabi Muhammad saw ketika menjawab pertanyaan dari seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Mas’ud, pertanyaan yang diajukan oleh Abdullah bin Mas’ud kepada Nabi saw adalah “amal, apa yang paling dicintai oleh Allah swt?”, maka Nabi saw menjawab, “shalat pada waktunya,” kemudian Abdullah bin Mas’ud melanjutkan pertanyaannya,
kemudian apa lagi? Nabi saw menjawab, “birrul waalidain” (berbuat baik kepada kedua orang tua).
Hadits tentang hal itu, diriwayatkan oleh imam al Bukhari. Merujuk kepada surat al Isra'(17),ayat 23,berbuat baik kepada kedua orang tua, adalah perintah kedua, dari Allah swt, setelah perintah pertama untuk tidak menyembah selain Allah swt. Hal ini menunjukkan, bahwa derajat kedua orang tua sangat mulia, dihadapan Allah swt.
Dan para hamba, harus memahami dengan baik, ketentuan Allah swt tersebut, agar para hamba tidak bersikap durhaka kepada kedua orang tua mereka.
Di dalam surat al Isra'(17),ayat 23 tersebut, Allah swt menggunakan terminologi, “Wabil Waaliddaini ihsanaan.” (Dan kepada kedua orang tua, berbuat baiklah).Di dalam surat Luqman (31),ayat 15, Allah swt berfirman,”Wa shaahibhumaa fi al dunyaa ma’ruufaan.” (Dan perlakukanlah keduanya di dunia dengan baik).
Surat Luqman(31),ayat 15, tersebut merupakan perintah Allah swt kepada para hamba, agar mereka tetap memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik di dunia ini, meskipun ada perbedaan keyakinan antara seorang hamba, dengan kedua orang tuanya tersebut. Artinya, perbedaan keyakinan antara seorang hamba dengan kedua orang tuanya, tidak menghilangkan kewajibannya sebagai anak, untuk tetap berbakti kepada kedua orang tuanya tersebut, di dalam urusan duniawiahnya.
Berbuat baik kepada kedua orang tua, dapat mendatangkan umur yang panjang, keberkahan umur, dan tambahan rezeki dari Allah swt. Hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah saw di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Anas bin Malik, berikut ini, “Man ahabba, an yumadda lahu ‘umrihi wa an yuzaada lahu fi rizqihi fal yabarra waalidaihi.” Artinya, “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah dia berbuat baik kepada kedua orang tuanya.”
Di dalam ajaran Islam, merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dan imam Tirmidzi, dari Abu Darda’, kedua orang tua itu disebut dengan nomenklatur “Ausatu abwaab al jannat”(Pintu tengah surga). Oleh karenanya Nabi saw bersabda, “Fain Syi’ta Fa Ahfadzhu” (Jika kamu menghendaki pintu tengah surga itu, maka jagalah dia).
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah, dari Abu Hurairah, Nabi saw menjelaskan, bahwa salah satu do’a yang mustajabah, adalah “Da’watu al waalidi li walidihi” (Do’a kedua orang tua untuk anaknya).Oleh karenanya, jadilah para hamba yang tidak pernah berhenti dalam berbuat baik kepada kedua orang tua, karena ridha Rabb (Allah Yang Maha Memelihara), ada di dalam ridha kedua orang tua.Wallahu’alam




