Abu Chik Diglee

image

Blindness and Blessing

Oleh : Abu Chik Diglee

BLINDNESS AND BLESSING, artinya adalah kebutaan dan keberkahan. Blindness and Blessing adalah bingkai kehidupan yang terjadi di dalam diri imam al Bukhari. ia adalah
Amirul Mu’minin fi al Hadits, yaitu pemimpin orang beriman di dalam bidang hadits.

Gelar kemuliaan ini disematkan, karena hadits hadits yang dikeluarkan oleh imam al Bukhari, memiliki derajat yang tinggi. Imam al Bukhari bernama lengkap, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al Mughirah bin Bardizbeh al Ju’fy al Bukhari.Ia lahir pada hari Jum’at tanggal 13 Syawal tahun 194 Hijriah(21 Juli 810 Miladiah) di Bukhara-Udzbekistan-Asia Tengah.Imam al Bukhari keturunan Persia, kakeknya yang bernama Bardizbeh adalah penganut agama Zaroaster, adapun ayahnya memeluk Islam di bawah bimbingan syekh al Yaman al Ja’fy Gubernur Bukhara pada masa itu.

Imam al Bukhari mengalami masa masa kehidupan yang susah, dan sarat keprihatinan.Masa kanak kanak ia sudah menjadi yatim, hidup dengan derita bersama ibunya. Imam al Bukhari yang masih bayi menderita sakit mata yang parah, ia menjadi buta.Ibunya larut dalam berdo’a, untuk kesembuhan dirinya dari kebutaan.

Alhamdulillah setelah sepuluh tahun, do’a ibunya dikabulkan oleh Allah swt., dan imam al Bukhari kembali dapat melihat dengan normal di usia sepuluh tahun(al Mazahir, Taqiyuddin al Nadwi,al Imam al Bukhari imam al Hafidz wa al Muhadtsiin, 1994).Pada usia sebelas tahun imam al Bukhari telah menghapal banyak hadits, lengkap beserta sanadnya.Umur enam belas tahun ia sudah hafal dua kitab hadits terkemuka yang ditulis oleh imam Ibnu al Mubarak dan al Waqi.’

Pada saat usia 18 tahun, untuk pertama kali imam al Bukhari menulis kitab yang diberinya judul, “Qudhaya al Shahabah wa Tabi’in (Peristiwa peristiwa Hukum di era Sahabat dan Tabi’in).Pada usia 20 tahun ia menulis kitab al Tarikh yang ia tulis di sisi makam Nabi saw., jika kondisi dalam keadaan bulan purnama, ia menulis sampai larut malam.Imam al Bukhari dari sisi menulis kitab, lebih awal jika dibandingkan dengan Ibnu Sina yang baru menulis kitab pertama kali di usia 21 tahun, begitu juga dengan imam al Ghazali yang baru menulis kitab untuk pertama kali di usia 25 tahun.

Rihlah keilmuannya adalah Khurasan, Syiria,Mesir,Kufah, Baghdad,Mekkah dan Madinah. Bak kata pepatah, “jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa.”Kehidupannya sarat dengan ilmu dan pengalaman.Imam al Bukhari memiliki banyak murid, diantaranya adalah imam Muslim, imam Abu Zahrah, imam Abu Hatim, imam Tirmidzi, imam Muhammad bin Nasr, dan lain lain.Ada tiga belas kitab imam al Bukhari yang populer, diantara puluhan kitabnya yang lain, diantaranya adalah kitab, al Jami’ al Shahih (Shahih Bukhari), al Adabul Mufrad, al Tarikh al Shaghir, al Tarikh al Ausath, al Tarikh al Kabir, al Tafsir al Kabir, al Musnad al Kabir,
al Dhu’afa dan lain lain.Adapun kitabnya yang paling monumental adalah Shahih Bukhari, yang disyarah menjadi 82 buah kitab syarah, diantaranya, kitab Fathul Baary, karya imam Ibnu Hajar al Asqalani. Imam al Bukhari mengumpulkan 600 ribu hadits, 300 ribu hadits dihafalnya, 200 ribu hadits dinyatakannya dha’if, dan hanya 100 ribu hadits yang diakuinya shahih. Imam al Bukhari wafat pada malam hari raya Idul Fitri, tanggal 31 Agustus 870 Miladiah, bertepatan dengan 30 Ramadhan tahun 256 Hijriah, dalam usia 62 tahun kurang 13 hari, tanpa meninggalkan anak seorangpun.Ia wafat dalam perjalanan menuju Samarkand, yaitu di Khartand (Khartank)-Uzbekistan.
Dan dimakamkan di kota itu. Sesuai pesannya, ia hanya dikafani dengan tiga helai kain kafan tanpa dilapisi dengan kain lain, dan tanpa sorban. Kelak yang kita perlukan hanya satu jenis pakaian saja, yaitu, “pakaian taqwa.” Di dalam surat al ‘Araf(7), ayat 26, Allah swt., berfirman yang artinya,”Wahai anak cucu Adam!Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu.Tetapi “pakaian taqwa” itulah yang lebih baik. “Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru