CONFINE ONESELF artinya adalah mengasingkan diri atau membatasi aktifitas diri dengan tujuan fokus bertafakur dan berzikir.Confine Oneself, di dalam terminologi Arab, biasa disebut dengan uzlah dan tahanuts.
Para sufistik menyebutnya dengan istilah uzlah dan tahanuts jismi wa qalbi.Syekh Ibnu ‘Atha’illah mengatakan, “Tidak ada yang dapat memberikan manfaat besar kepada hati seperti Confine Oneself (uzlah dan tahanuts), yang di dalamnya para hamba memasuki relung dalam tafakur dan dzikir.” Para hamba sangat berkeperluan dengan Confine Oneself (uzlah dan tahanuts), pada rentang waktu tertentu, di dalam jeda aktifitas kehidupannya. Pada ghalibnya, para hamba secara ideal, mengharuskan dirinya untuk Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) menyendiri, bertafakur, berzikir, berselawat, membaca kitab suci al Qur’an dan bertaqarrub kepada Allah swt di dalam kesendirian yang syahdu dan menggembirakan.
Kata uzlah bentuknya nakirah (indefinit), bukan ma’rifah (definit).Dengan demikian, ada perbedaan yang signifikan antara kata uzlah(indefinit) dengan kata al uzlah (definit).Kata uzlah(indefinit), mengacu kepada arti yang sedikit (sedikit menyendiri), sementara al uzlah (definit), mengacu kepada arti yang banyak (banyak menyendiri).
Dengan pemahaman lughawiyah seperti ini, syekh Ibnu ‘Atha’illah, ingin mengingatkan, bahwa yang dikehendaki adalah sebahagian dari uzlah dan tahanuts.Yaitu uzlah dan tahanuts yang sedikit, tetapi mampu mempengaruhi dan mengarahkan perjalanan kehidupan yang banyak dan bervariasi.Dengan demikian, para hamba tidak menjadikan Confine Oneself (uzlah dan tahanuts), sebagai jalan hidup.yang membuat para hamba menjauhi kehidupan bermasyarakat dan mengasingkan diri secara permanen dari hiruk pikuk kehidupan dunia.Sebab Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) yang permanen, tidak sesuai dengan sunnatullah. dimana Allah swt telah menciptakan manusia sebagai zoon politicon (makhluk sosial) dan Homo Sapiens (Makhluk Berpikir) yang kreatif dalam membangun tatanan dunia.
Di dalam Islam, manusia diciptakan dengan disertai kelengkapan adanya konsepsi ajaran tentang tauhid, ibadah, mu’amalah, munakahat dan lain lainnya.Sehingga
,Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) yang permanen, tidak sejalan dengan fitrah manusia itu sendiri.Syekh Sari al Saqathi, mengatakan, “Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) untuk bertafakur sejenak lebih baik dari ibadah tujuh puluh tahun.”
Karena menurut syekh Ibnu ‘Atha’illah, uzlah dan tahanuts yang di dalamnya para hamba bertafakur, mampu mengantarkan para hamba untuk memahami hakikat segala sesuatu, mampu menjadikan para hamba untuk lebih dekat kepada Allah swt., menyingkap berbagai cacat diri, lebih menyadari upaya tipu daya syaithan, dan tipu daya dunia yang tersembunyi.” Confine Oneself(uzlah dan tahanuts), dapat dilakukan dengan melibatkan hati dan tubuh, yaitu dengan menjauh dari makhluk.
Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) juga bisa dilakukan pula hanya dengan hati, yaitu tetap bergaul di keramaian manusia dengan hati terus hadir mengingat Allah.Jika diet untuk kesehatan jasmani, maka masa masa Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) adalah wahana menyehatkan ruhani.
Rasulullah saw pernah ditanya oleh Uqbah bin Amir tentang apa yang bisa menyelamatkan ? Beliau bersabda, “jaga lisanmu, lapangkan rumahmu, dan tangisi dosamu.” Menangisi dosa, tentunya ada proses Confine Oneself (uzlah dan tahanuts), yang di dalamnya mengandung unsur kuat tafakur. Bisa jadi kamu telah letih dan penat dalam melatih dan mendidik nafsumu, namun belum juga terarahkan, cobalah untuk Confine Oneself (uzlah dan tahanuts) bertafakur dan epoche (menelanjangi) diri dari dosa dan kesalahan.Iringi diri dengan keikhlasan dan kejujuran, semoga Allah swt memberi banyak kekuatan untukmu, sebagai sais pengendali dari hawa nafsumu sendiri.Wallahu’alam.




