Dulu Minum Lada, Sekarang Kopi (Minuman Khas Aceh)

Dalam sejarah Aceh, “Lada” dan “Kopi” sangat populer, tetapi “Lada” sudah tidak trend lagi di Aceh modern, dalam pengertian minuman yang digandrungi banyak orang. “Lada” memiliki sejarah panjang di Aceh dan tanaman paling populer saat itu.

Aceh kala itu, seperti di Pereulak, dan daerah lain di wilayah Aceh banyak perkebunan Lada, bahkan masyarakat manca negara datang ke Pereulak untuk mencari “Lada”. Asal usul “Lada”, dikisahkan berasal dari Pereulak, meskipun ada yang menyebutkan bibitnya dari Arab.

Zaman Syaykh Abdullah Kana’an, yang hidup sekitar awal abad ke – 11 M, “Lada” selain fungsinya sebagai obat, juga menjadi minuman khas masyarakat Aceh. “Lada”, bukan hanya diminum untuk keperluan pengobatan, tetapi minuman istimewa dan diminati banyak orang.

Lada, lazimnya dijadikan minuman untuk menjamu tamu yang datang berkunjung ke rumah seseorang. Minuman Lada layaknya minuman “kopi” dan “teh” di era modern. Setiap tamu disuguhkan minuman “Lada”, karena “Lada” yang paling populer dibandingkan kopi.

Snouck Hurgronje menyebut, Syaykh Abdullah kana’an sebagai “tokoh Lada yang suci”. Karena nama “Lada” dikaitkan pada dirinya, Syaykh mengucapkan “bek tamat-mat nyan peunula Da”. Maksudnya, tanaman yang disimpan itu untuk kakak perempuannya. Banyak yang datang padanya minta tanaman itu, karena enak ketika diminum.

Belakangan, ucapan Syaykh populer dengan sebutan “Peunulada”, selanjutnya, disebut orang ring-nya saja “Lada”, dan sekarang tetap disebut “Lada”. Memang, awalnya “Lada” ini bernama “aneuk Padjue”, “bidji Kekabu” yang pernah disemai Syaykh Abdulah Kana’an. Kemudian, biji ini diucapkan “Lada”, yang diambil dari ucapannya. Syaykh ini, dalam sejarah tercatat sebagai alumni “Zawiyah Cot Kala”.

Kopi atau biji kopi belum trend dan diminati kala itu dan tidak populer seperti “Lada”, tidak bermakna pohon kopi belum ada di Aceh. Sejarah pohon kopi di Aceh baru dibincangkan sekitar abad ke -19 M, seperti yang ucapkan Teuku Umar, ” beungoh singoh geutanyo jep kupi di keude di Meulaboh atawa ulon mati syahid” ( besok pagi kita akan minum kopi di kota Meulaboh atau aku akan syahid).

Related Posts

Comments 6

  1. 432408 873811Its like you read my mind! You appear to know a good deal about this, like you wrote the book in it or something. I believe which you could do with some pics to drive the message home a bit, but other than that, this really is great weblog. A fantastic read. Ill certainly be back. 835105

  2. 490297 562787Currently truly do not stop eating because there is however the decision which you will transform into. Function from your home us rrs often a fad for that who wants to earn funds but nonetheless enough time requires most substantial occasions using children and kids goes for as the modern habit. attract abundance 603827

  3. relx pod says:

    240082 272513I was suggested this blog by way of my cousin. Im no longer positive whether or not this put up is written by him as nobody else realize such detailed about my trouble. Youre amazing! Thanks! 412544

  4. 456122 649847Keep up the great work , I read few weblog posts on this website and I believe that your internet site is real interesting and has bands of good info . 548187

  5. 473221 693483I admire your piece of function, regards for all the fascinating posts . 76929

  6. 187229 749652I like this website its a master peace ! Glad I discovered this on google . 552812

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lasted

Popular

Post Terbaru