FADHIILAT AL WUDHU’ artinya adalah keutamaan wudhu’. Ada banyak hal yang menjadi keutamaan dari ibadah wudhu’. Di antara keutamaan keutamaan wudhu’ itu adalah, pertama, wudhu’ yang sempurna, khususnya pada bahagian anggota wudhu’ yang wajib terkena air wudhu’ (al Maidah ayat 6), seperti wajah, kedua telapak tangan sampai kedua siku, mengusap kepala dan mencuci kaki sampai kedua mata kaki, dapat menghindarkan para hamba dari api neraka.
Hal itu sebagaimana hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Abu Hurairah, nomor hadits 8.936.Di dalam hadits itu, Nabi saw bersabda: “Asbighuu al wudhu’a, asbighuu al wudhu’a, wailun li a’aqaabi min al naar.”Artinya, “sempurnakanlah wudhu’ kamu, sempurnakanlah wudhu’ kamu, celakalah tumit tumit kaki yang tidak tersentuh air wudhu’, pada saat berwudhu’ karena dapat membuat seorang hamba masuk ke dalam neraka.”
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Abu Hurairah, nomor hadits 368, Nabi menjelaskan, bahwa anggota wudhu’ dari para hamba yang beriman, akan menjadi batas perhiasan, yang mengeluarkan pancaran cahaya yang indah, dalam kehidupan di alam akhirat, dan sekaligus candra atau tanda bagi ummat Nabi Muhammad saw., pada saat yaum al ba’ats (hari berbangkit).
Di dalam hadits di atas, Nabi saw bersabda:”Tablughu al hilyatu min al Mu’mini haitsu yablughu al wudhu’u.” Artinya, “Batas hiasan keindahan dari diri hamba yang beriman adalah sampai batas yang terkena aliran air wudhu’.”
Di dalam hadits riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah, Nabi saw menjawab pertanyaan para sahabat tentang bagaimana cara beliau menandai yang mana ummat beliau dan mana yang bukan, pada saat hari berbangkit dimana beliau menanti ummatnya,di al haudhu al Nabi saw (telaga Nabi saw), maka Nabi saw menjawab: “Fainnahum ya’tuuna ghurran muhajjaliina wa ana farathuhum ‘ala al haudh.” Artinya, “Maka sesungguhnya mereka ummatku itu, mereka akan datang dalam keadaan anggota tubuhnya berhiaskan pancaran cahaya yang sangat indah, dari bekas bekas wudhu’nya.” Para hamba yang beriman, dengan ibadah wudhu’nya, akan menjadikan ia sebagai hamba yang dicintai oleh Allah swt., sebagaimana yang Allah swt firmankan di dalam surat al Baqarah ayat 222, yang dijelaskan oleh Nabi saw di dalam hadits riwayat imam al Tirmidzi, tentang bacaan dan do’a setelah wudhu’, yang di dalam do’a itu memohon tentang tiga hal, yaitu, memohon agar dijadikan sebagai bagian orang orang yang bertaubat, menjadi bagian dari orang orang yang mensucikan diri, dan menjadi bagian dari orang orang yang shalih.
Manfaat lainnya dari ibadah wudhu’, jika merujuk kepada hadits riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah adalah keluarnya segala kesalahan dari jasad hamba yang berwudhu’ tersebut. Dalam hal ini, Nabi saw bersabda:”Man tawadha’a faahsana al wudhu’a, kharajat khathaayaahu min jasadihi.” Artinya, “Siapapun yang berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya, maka keluarlah kesalahan kesalahannya dari jasadnya.” Dalam hal ini, wudhu’ memiliki manfaat sebagai pelebur kesalahan dan peluluh dosa dosa bagi hamba yang berwudhu’ itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan secara mutafaqun ‘alaihi, dari Abu Hurairah, disebutkan tentang Nabi saw atas kemahakuasaan Allah swt., mendengar ada suara kedua sendal Bilal bin Rabbah di surga, maka kemudian Nabi saw bertanya kepada Bilal bin Rabbah, tentang amal apa yang dilakukan oleh Bilal, maka Bilal menjawab, bahwa beliau selalu berwudhu’, menjaga wudhu’nya dan senantiasa menegakkan shalat sunat wudhu’ setiap kali selesai dari berwudhu’.
Begitu besar manfaat dari ibadah wudhu’ tersebut, semoga Allah swt menjadikan kita bahagian dari para hamba yang gemar berwudhu’, jika kita batal dari wudhu’ tersebut, sehingga Allah swt., akan menganugrahkan kepada kita, semua manfaat dan keberkahan yang terkandung di dalam ibadah wudhu’ kita. Aamiin. Wallahu’alam.




