Abu Chik Diglee

image

Harun Al Rasyid

Oleh : Abu Chik Diglee

HARUN AL RASYID adalah khalifah ke 5 dari Bani Abbasiyah.Nama lengkapnya adalah Harun al Rasyid bin Muhammad al Mahdi, ayahnya Muhammad al Mahdi adalah khalifah ke 3 Bani Abbasiyah dan Abangnya Musa al Hadi, adalah khalifah ke 4 dari dinasti itu. “Al Rasyid” merupakan gelar tahta yang disematkan kepadanya.

Harun al Rasyid lahir di Ray-Khurasan pada tahun 763 Miladiah. Dan wafat di Thus-Khurasan pada tanggal 24 Maret tahun 809 Miladiah, dalam usia 46 tahun. Ibunya bernama Jurasyiyah dan bergelar Khayzuran al Yamani, seorang mantan budak asal Yaman yang cerdas dan sangat piawai dalam mengasuh dan mendidik anak.

Pola asuh dan pola didik anak yang baik dan benar, meskipun dilakukan oleh seorang mantan hamba sahaya, mampu mencetak pemimpin besar yang sangat berkualitas seperti Harun al Rasyid.

Harun al Rasyid naik tahta dalam usia yang masih belia, yaitu 23 tahun dan memerintah selama 23 tahun pula, yaitu mulai tahun 786 M sampai dengan tahun 809 M.

Benson Borick, seorang sejarawan terkenal menyebutkan, bahwa kepiawaian Harun al Rasyid dalam memimpin, membuat ia layak disebut “raja yang pantas diraja. “Harun al Rasyid sangat terinspirasi oleh model kepemimpinan Kaisar Darius dari Persia yang diidolakannya, dimana dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki, ia selalu berusaha objektif dan adil dalam memimpin.

Asas Profesional dan Proporsional terukur, menjadi prinsip dasar kepemimpinanannya. Oleh karena itu, banyak sejarawan yang menempatkan Harun al Rasyid setingkat lebih tinggi dari Karel Agung, yang pernah memerintah Imperium Romawi dengan baik, di tanah Eropa pada tahun 742.M – 814.M.

Harun al Rasyid adalah tipe pribadi ideal yang sangat pantas menginspirasi berbagai pihak, ia menjadi khalifah Bani Abbasiyah ke 5, tidak secara instan, sebelumnya ia mengemban tugas ekspedisi militer melawan Imperium Romawi sebanyak dua kali, yaitu tahun 779.M dan tahun 782.M.

Dalam ekspedisi kedua itu, ia memimpin pasukan sampai ke jantung pertahanan lawan, yaitu selat Bosporos.Keberhasilannya di medan perang, mengantarkannya menjadi Gubernur al Siafah pada tahun 779.M.,setahun kemudian ia diangkat menjadi Gubernur Maroko, setelah itu, barulah ia dinobatkan menjadi putra mahkota kedua setelah abangnya al Hadi, dan puncaknya, Harun al Rasyid naik tahta sebagai khalifah ke 5 Bani Abbasiyah pada tanggal 14 September tahun 786.M.

Harun al Rasyid dengan segala pengalaman hidupnya, telah menjadi pribadi yang mengesankan banyak pihak, ia biasa bergaul dan dekat dengan fakir miskin, sebagaimana ia bergaul dan dekat dengan para pembesar di istananya. Ia biasa shalat sunnat mutlak tidak kurang dari 100 rekaat setiap hari, biasa bersedeqah 1000 Dirham dalam sehari, dan menunaikan ibadah haji setiap dua tahun sekali.

Pada masa pemerintahannya, dinasti Abbasiyah menjadi kekuatan adikuasa yang disegani dunia. Perekonomian Baghdad dikembangkan Harun al Rasyid melalui sektor jasa dan industri kertas yang dirintis melalui Wazirnya, Yahya bin Barmak pada tahun 800.M.

Ia juga menetapkan mata uang dinar (emas) dan dirham (perak) khas pemerintahannya, dengan demikian, tumbuh banyak bank bank yang kemudian melahirkan sistem penggunaan cek, untuk pertama kalinya dalam sejarah peradaban manusia, yang pada era awal penggunaannya disebut dengan istilah shakk. Sehingga wilayah kekuasaannya membentang, mulai dari Afrika Utara sampai ke India.

Akhir dari sejarah panjang perjalanan kehidupannya, Harun al Rasyid pantas untuk dikenang, karena ia adalah punggawa utama “The Golden Age of Islam in Baghdad.” Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru