Abu Chik Diglee

image

Imam Al Mu’arrikhin

Oleh : Abu Chik Diglee

IMAM AL MU’ARRIKHIN artinya adalah “Pemimpin Para Sejarawan.”Yang dimaksud Imam al Mu’arrikhin (Pemimpin Para Sejarawan) adalah al
Mas’udi, seorang sejarawan,ahli geografi,geologi,zoologi, ensiklopedia sains Islam, pengembara, dan penjelajah Muslim terkemuka, yang lahir di Baghdad pada akhir abad ke 9 Miladiah dan wafat di kota Fustat-Mesir, pada tahun 956 Miladiah. Al Mas’udi memiliki nama lengkap Abu al Hasan Ali bin al Husein bin Ali al Mas’udi.

Al Mas’udi juga populer dengan julukan “Herodotus Muslim.”Herodotus adalah seorang sejarawan Yunani yang populer. Al Mas’udi tidak hanya ahli di dalam sejarah sebagai sebuah ilmu, tetapi ia ikut mengalir di dalam “arus sejarah” itu sendiri.Hal itu dikarenakan pengalaman dirinya, hidup di dalam tradisi berbagai bangsa di pelbagai negeri yang dijelajahinya.Ia juga banyak mendalami sejarah agama agama di luar Islam, sehingga ahli dalam sejarah dan ajaran Yahudi dan Nashrani, baik berlatarbelakang dunia Timur maupun Barat.

Pengembaraan sejarah dan tradisi al Mas’udi dimulai di kota Iran dan Kirman pada tahun 915 Miladiah.Kemudian ia ke Ustukhar-Persia, dilanjutkan ke India untuk mengunjungi kota Multan dan al Manshura, lalu ke Srilangka dan berakhir di laut Tiongkok.

Dalam perjalanan pulang ke Baghdad, ia mengarungi Samudera Hindia dan singgah ke beberapa negeri seperti Sudan, Zanzibar, Oman, Afrika Timur, dan Madagaskar.Pada tahun 926 Miladiah ia melanjutkan pengembaraan ke Syiria dan tanah Palestina.

Di tahun 943 Miladiah, ia berjalan menuju kota Antiokia, kemudian kembali ke Syiria dan kemudian berangkat ke Mesir.Sesampainya di Fustat Mesir, al Mashudi wafat.Banyak kitab sejarah yang ditulis oleh al Mashudi, yang mempengaruhi perkembangan ilmu sejarah setelahnya secara signifikan.

Beberapa kitab sejarah karya al Mashudi yang masyhur adalah,Tarikh al Akhbar al Umam min al Arab wa al ‘Ajam, kitab ini berisi tentang sejarah bangsa Arab dan Persia. Al Istizhar li ma Marra fi Salif al A’mar, kitab ini berisi tentang peristiwa peristiwa masa lalu yang disaksikan dan dialaminya dalan masa pengembaraannya.

Akhbar al Zaman wa man Abadahu al Hidsan min al Umam al Madiyan wa al Ajyal al Haliyyah wa al Mamalik al Dasirah, kitab ini berpenampilan tebal dan terdiri atas 30 jilid.Kitab ini, membahas tentang sejarah bangsa manusia dari era Nabi Adam,as.,diturunkan ke bumi, sampai era al Mas’udi hidup, lengkap bersama katagori suku suku dan bangsa bangsa serta kerajaan kerajaannya.Al Ausat, Al Tanbih wa al Asraf, kitab ini berisi tentang filsafat alam, filsafat sejarah, teori evolusi alam dimulai proses mineral, tumbuh tumbuhan, hewan, sampai manusia. Al Istinsar al Mufrad li Firaq al Khawarij, kitab ini berisi tentang kemenangan Dinasti Abbasiyah dalam menumpas kelompok Khawarij.

Secara keseluruhan kitab kitab al Mas’udi dapat dijadikan bahan referensi, penelitian dan sumber untuk memahami pandangan umum ummat Islam terhadap dunia. Al Mas’udi telah mengingatkan kita kepada surat al Naml (27), ayat 69, yang artinya, “Katakanlah wahai Muhammad! Jalanlah di permukaan bumi, maka kamu perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang orang yang berdosa.”Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru