image

Istajiibuullah

Oleh : Abu Chik Diglee

ISTAJIIBUULLAH artinya penuhilah oleh kamu sekalian seruan Allah.Selaku para hamba yang beriman dan sehat imannya, maka pasti dengan izin dan ridha Allah swt., tidak ada seruan Allah swt yang tidak dipenuhi.Karena memenuhi apa yang Allah swt serukan, adalah kewajiban bagi setiap hamba yang Muslim dan beriman.

Jika ada hamba Allah swt yang abai terhadap seruan Allah swt., maka hanya ada dua kemungkinan saja.Pertama, hamba tersebut bukanlah orang yang beriman.Kedua, hamba tersebut adalah orang yang beriman, tetapi imannya sedang “sakit” dan sedang dikuasai oleh kekuatan iblis laknatullah.Iblis laknatullah, membuat hati nurani, pikiran sehat, dan perasaan hamba yang sedang dikuasainya, menjadi tidak berfungsi.Rasa malunya hilang, tidak lagi mampu menempatkan diri pada tempat yang semestinya, hidupnya menjadi gelap tanpa cercahan cahaya.

Para hamba yang sedang diperdaya dan menjadi objek mainan iblis laknatullah itu, sungguh sangat menyedihkan dan memprihatinkan keadaannya. Ia lupa dengan dirinya sendirinya, menjauh dan menjadi tidak lagi peduli terhadap orang orang dekatnya, kehilangan rasa kasih sayang terhadap orang orang yang semestinya dia sayangi, terjebak ke dalam perangkap dunia khayal, dan cendrung berorientasi kepada hedonistik, yaitu kenikmatan sesaat yang yang memperangkap ke dalam jurang kebinasaan.

Khayalan khayalan semu, keindahan keindahan yang menipu, dan buaian yang merayu, tetapi akan membinasakan, akan terus dihadirkan dan dimasukkan oleh iblis laknatullah ke dalam diri para hamba yang sedang dikuasainya.Oleh karena itu, setiap para hamba harus mewaspadainya.Jika kondisi seperti itu ada pada diri para hamba, ketahuilah, sadarlah, bahwa iblis laknatullah sedang memperdaya.

Jangan biarkan iblis laknatullah, meninabobokkan diri para hamba. Karena semua ujung akhir tipu daya iblis laknatullah itu, adalah kegelapan, pahit, kenestapaan, kehilangan orang orang yang selama ini telah mengasihi, kehancuran, dan kebinasaan.Tidak ada ujung akhir dari tipu daya iblis laknatullah yang berakhir dengan keindahan.Lihatlah nenek moyang bangsa manusia, yaitu Nabi Adam,as. dan Hawa, betapa pahitnya terusir dari surga, terlunta lunta dalam kenestapaan di alam dunia, sembari memohon ampunan kepada Allah swt. Ambillah pelajaran, betapa iblis laknatullah telah menyengsarakan nenek moyang bangsa manusia, dan telah pula menyesatkan anak cucu Adam,as.

Sudah terlalu banyak para hamba yang diperdaya oleh Iblis laknatullah, dan sudah terlalu banyak pula para hamba yang direnggut kebahagiaan sejatinya oleh iblis laknatullah, dan iblis hanya menukarnya dengan khayalan khayalan dan harapan palsu yang membinasakan.Jangan biarkan tipu daya iblis, merusak harapan dan kegemilangan yang sudah dicapai. Wahai para hamba, penuhilah oleh kamu sekalian seruan Allah swt untuk taat, patuh, dan mengabdi kepadaNya.

Jangan biarkan diri terus menerus terombang ambing dalam permainan dan tipu daya iblis.Karena semua yang dirasakan seolah olah kebahagiaan dan kenikmatan itu, pada hakekatnya hanyalah sebuah perangkap yang akan membelunggu ke dalam penderitaan, dan membenamkan dalam lumpur kebinasaan.Allah swt berfirman di dalam surat al Anfal ayat 24, yang artinya, “Wahai orang orang yang beriman, penuhillah seruan Allah dan seruan Rasul, jika Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah memberi batas antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan.”

Berdasarkan ayat tersebut, para hamba diwajibkan untuk memenuhi seruan Allah swt yang Maha Memberi kehidupan kepada setiap hamba. Waspadalah selalu, dan jauhilah segala bentuk tipu daya iblis laknatullah, agar selamat dan bahagia di dunia serta selamat dan bahagia pula di akhirat.Sebentar lagi Ramadhan tiba,para hamba berkumpul dengan keluarga, berkasih sayang, bersama sama memperbanyak “sujud” dan berpuasa, serta bersimpuh seraya memohon ampunan kepadaNya. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Related Posts

Milad HMI - Azzawiy id

Related Posts