Abu Chik Diglee

image

Ma’aadin

Oleh : Abu Chik Diglee

MA’AADIN merupakan bentuk jama’ taksir(jama’ yang terbentuk dari mufradnya), yaitu ma’din, artinya adalah tambang tambang.Tambang atau penggalian ke dalam perut bumi, dapat menghasilkan banyak kekayaan alam, dan mampu membuat suatu bangsa menjadi sangat kaya raya, jika penambangan itu dikelola dengan benar, jujur dan sungguh sungguh untuk kemakmuran bersama.

Ada berbagai macam jenis tambang di dunia ini. Ada yang menghasilkan emas, seperti tambang emas pertama di era Islam, pada saat Nabi Muhammad saw  masih hidup dan menyaksikan sendiri tambang tambang emas itu digali secara manual dan sangat sederhana pola penggaliannya.

Tambang emas pertama milik ummat Islam yang dilaporkan kepada Nabi saw  itu adalah tambang emas Bani Sulaim. Kemudian ada juga tambang besi yang menghasilkan banyak biji biji besi. Ada tambang batu kapur, tambang tembaga, tambang batu bara, tambang nikel, minyak bumi,  gas, aluminium, timah hitam dan timah putih, sampai tambang tambang uranium sebagai bahan dasar pokok pembuatan nuklir.

Islam memandang kehadiran Ma’aadin (tambang tambang) itu di tengah tengah kehidupan para hamba Allah swt dapat mendatangkan kemashlahatan yang besar dan banyak, tetapi juga bisa mengakibatkan kemudharatan yang dapat merusak lingkungan dan makhluk hidup ciptaan Allah swt yang lain. Misalnya, toambang tambang yang pengelolaannya menggunakan air raksa untuk memisahkan barang tambang dengan unsur lain, dapat mengakibatkan tercemarnya air minum bawah tanah, yang akhirnya bisa merusak genetika makhluk hidup lain yang meminum air itu, umpamanya dapat memunculkan generasi yang idiot, karena dampak rusaknya genetik, akibat tersuplainya merkuri elemental (cair), seperti air raksa yang digunakan di dalam penambangan emas.

Uranium yang mengandung zat radioaktif sebagai bahan dasar teknologi nuklir, adalah bahan tambang yang sangat mahal harganya. 1.6 kg uranium, harganya mencapai tiga juta US dolar atau setara dengan empat puluh satu milyar rupiah (nilai tukar satu dolar Rp 13.758,38).

Sejak ahli kimia Jerman yang bernama Heinrich Kloproth Martin menemukan uranit (biji biji uranium), kemudian diubahnya menjadi uranium yang mengandung  92 proton dan 92 elektroon, dengan elektron valensi 6 dan 6 isotop uranium yang mengikat 141-146 neutron, maka itu adalah awal babak baru dari teknologi nuklir yang di satu sisi sangat menjanjikan harapan, tetapi di sisi yang lain menampakkan tampilan yang menyeramkan.

Uranium merupakan bobot atom terberat kedua setelah plutonium. Dengan demikian, jika uranium dengan zat radioaktifnya dijadikan nuklir, maka akan memiliki kekuatan daya ledak, daya bakar, dan daya racun yang sangat sangat luarbiasa dampaknya, bukan hanya bagi manusia dan lingkungannya, tetapi juga bagi semua makhluk hidup dan peradaban bumi.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam al Baihaqi dari Abdullah bin Umar, “Pada suatu hari ketika dibawakan sepotong emas ke hadapan Nabi saw., dan emas itu adalah emas zakat yang pertama kali dibawa oleh Bani Sulaim dari pertambangan yang mereka kelola, maka para sahabat berkata kepada Nabi saw., wahai Rasulullah saw emas ini adalah hasil dari tambang kita, lalu Nabi saw menjawab, nanti kamu sekalian akan mendapatkan banyak tambang tambang bumi, dan yang akan menguasainya adalah orang orang yang jahat.”

Ma’aadin (tambang tambang) di bumi ini akan terus bermunculan, dan hawa nafsu keserakahan duniawiah, semakin menggerus value (nilai nilai) bi’ah, sehingga akibatnya akan terjadi akselerasi atau percepatan punahnya peradaban bumi. Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru