Abu Chik Diglee

image

Ma’ruf Al Karkhy

Oleh : Abu Chik Diglee

MA’RUF AL KARKHY adalah tokoh sufistik besar yang populer dengan do’a do’anya yang mustajabah. Syekh Ma’ruf al Karkhy memiliki nama lengkap Abu Mahfudz Ma’ruf Fairuz al Karkhy. Ia wafat di Baghdad pada tahun 200 Hijriah bertepatan dengan tahun 815 Miladiah.

Awal mulanya syekh Ma’ruf al Karkhy adalah seorang budak yang dimerdekakan oleh Ali bin Musa al Ridha, menurut syekh Abu Ali al Daqqaq, ia awalnya beragama nashrani, kemudian masuk Islam yang kemudian diikuti juga oleh kedua orang tuanya.

Syekh Ma’ruf al Karkhy adalah guru dari syekh Sary al Saqathy. Syekh Sary al Saqathy mengatakan, bahwa rasa cinta syekh Ma’ruf al Karkhy kepada Allah swt sangat kuat, sehingga Allah swt selalu mengabulkan do’a do’anya. Syekh Ma’ruf al Karkhy mengatakan: “Jangan pernah meninggalkan amal, yaitu melanggengkan ketaatan kepada Allah swt, berkhidmat kepada kemanusiaan dan sesama Muslim, serta memberikan nasihat kepada mereka.” Ia juga mengatakan, agar para hamba selalu berada di dalam “kefakiran ruhani dan mencintai kefakiran ruhani itu, agar terus bertambah kekayaan batin dan mencintai kehidupan dalam bentuk kekayaan batin.”

Syekh Ma’ruf al Karkhy mengatakan, siapapun yang beribadah kepada Allah swt dengan sepenuh hati, maka Allah swt akan menerima dengan rahmat-Nya kepada hamba tersebut, dengan demikian, maka seluruh makhluk juga akan mengasihinya. Maksudnya, agar setiap hamba dapat beribadah dengan kesungguhan hati dan dengan segenap pikiran, fokus dan khusyu’ di dalam ibadah.Dengan demikian, akan mendatangkan rahmat Allah swt., dan selanjutnya akan mendatangkan kasih sayang semua makhluk pada dirinya.Pada saat menjelang ajalnya, syekh Ma’ruf al Karkhy, meminta kepada sahabatnya agar segera menyedekahkan semua pakaian miliknya, kemudian sahabatnya bertanya, untuk apa harus segera menyedekahkan seluruh pakaiannya, syekh Ma’ruf al Karkhy menjawab, karena aku ingin keluar dari dunia ini seperti awal mula aku memasukinya.

Aku memasuki dunia ini tanpa sehelai pakaian dan akupun ingin keluar darinya, tanpa sehelai pakaian juga, kecuali hanya dengan balutan kain kafan semata.Semua para hamba terlahir tanpa apa apa, karena pada dasarnya, semua para hamba memang bukanlah siapa siapa. Kehidupan dan cobaan yang menyertainya, hanyalah salah satu cara dari Allah swt., untuk memilah dan memilih, siapa diantara mereka para hamba itu, yang kembali kepadaNya, dengan membawa qalbun salim (hati yang selamat) dan dalam keadaan yang husnul khaatimah.Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru