Abu Chik Diglee

image

Mengingat Allah

Oleh : Abu Chik Diglee

KEHIDUPAN para hamba di alam dunia ini tidak berlangsung lama.Peredaran siang dan malam dalam area kehidupan telah menggerus asa waktu.Deret hitung umur terus bertambah, namun sebaliknya, deret ukur menuju ke pemakaman semakin pendek jaraknya.Angan angan kosong dan khayalan utopis bak fatamorgana yang selalu menjanjikan, begitu kuat mencengkram banyak benak, padahal semuanya pseudo (palsu) dan semu. Oleh karenanya Allah swt mengingatkan kita di dalam
Surat al Munafiqun(63), Ayat 9,
“Wahai orang orang yg telah beriman janganlah harta hartamu dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.Barangsiapa yg berbuat demikian, mereka adalah orang orang yg rugi.”

Rasulullah saw juga mengingatkan di dalam Hadits riwayat imam Abu Daud dari Anas Bin Malik,
“Sungguh aku(Nabi saw) duduk bersama suatu kaum untuk berdzikir mengingat Allah Yg Maha Tinggi dimulai Shalat Ashar sampai menjelang matahari terbenam, lebih aku sukai dari memerdekakan empat puluh orang budak.” Dan Nabi saw juga bersabda di dalam Hadits riwayat imam Ahmad dan imam Muslim dari Abu Hurairah, “Tidak duduk suatu kaum untuk berdzikir mengingat Allah kecuali mereka dikelilingi oleh Malaikat, diliputi oleh rahmat Allah, diturunkan atas mereka ketenangan, dan Allah menyebut nyebut nama mereka yg berdzikir di sisi para Malaikatnya.”

Setelah Allah swt dan Rasulullah saw mengingatkan kita agar jangan lalai dari mengingat Allah, maka kita juga dingatkan agar harta yang dimiliki jangan lupa untuk diinfaqkan di jalan Allah swt., hal itu sebagaimana yang Allah swt firmankan di dalam
Surat al Munafiqun, Ayat 10.
” Dan infaqkanlah oleh kamu sebahagian dari apa yg telah Allah rezekikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang kamu, maka lalu ia berkata dengan (penuh penyesalan) Ya Allah jika Engkau berkenan tundalah kematianku (kembalikanlah aku) ke alam dunia walau sebentar saja, maka aku akan shadaqah dan akan menjadi orang yg shalih.”

Para hamba harus dapat memahami, bahwa semua hal yang diinfaqkannya pasti diganti oleh Allah swt dengan yang lebih baik dan lebih banyak, sebagaimana firman Allah di dalam Surat Saba'(34),Ayat 39.”Dan apapun yg kamu infaqkan, maka Dia Allah pasti akan menggantinya.Dan Dia Maha Pemberi Rezeki.” Namun demikian, tidak semua hamba Allah swt bermurah hati dalam berinfaq dan bersedekah, karena Iblis, syaithan dan hawa nafsu buruknya selalu mencegah para hamba Allah untuk berinfaq dan bersedekah.Hal ini diungkapkan oleh Allah swt di dalam surat al Baqarah(2), Ayat 268.
“Syaithan menakut-nakuti kamu dengan kefakiran (jika kamu berinfaq) dan menyuruh kamu berbuat keji (berfoya foya dgn harta),sedangkan Allah menjanjikan ampunan (jika kamu berinfaq) dan memberikan karunia tambahan (jika kamu berinfaq) dan Allah Maha Luas Karunianya lagi Maha Mengetahui.”

Pahamilah dengan baik, bahwa matahari kehidupan itu beredar menurut garis edarnya, awalnya ia muncul di ufuk Timur dalam bentuk cahaya fajar, perlahan lahan dia naik menjadi dhuha, kemudian terlihat dzawal pertanda dzuhur telah tiba dan berlanjut menjadi senja, maka tak lama setelah itu, terjadilah ghurub, dimana matahari kehidupan tenggelam ditelan kelamnya malam.

Ternyata yang syuruq (terbit di Timur) itu, tak lama kemudian menjadi ghurub (terbenam di ufuk Barat), semuanya hanya sekejap saja.Ilahiy Anta maqshudiy wa ridhaKa mathluubiy, ‘athiniy mahabbataKa wa ma’rifataKa. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru