Murid di dalam terminologi sufistik adalah para hamba penempuh jalan ruhani (saalik) untuk bertaqarrub kepada Allah Swt. Murid di dalam perjalanan ruhaninya, harus melangkah dengan benar dan jujur, agar ruhaninya terbangun dengan benar pula. Murid yang tidak benar dan tidak jujur dalam menempuh perjalanan ruhaninya, akan terhalang kesuksesannya untuk sampai (wushul) kepada kedekatan terhadap Allah Swt.
Syekh Abu Ali al Daqqaq mengatakan, awal mula bagi murid (penempuh jalan) adalah meluruskan aqidah antara dirinya dengan Allah swt., sehingga bersihlah para murid dari kemusyrikan dan kesesatan.
Syekh Ali al Daqqaq juga mengatakan, bahwa pohon yang tumbuh liar, akan sangat berbeda dengan pohon yang sengaja ditanam dan terawat. Artinya, murid yang berada di bawah bimbingan dan pantauan guru ruhani, tidak akan pernah sama dengan murid yang tidak terbimbing oleh guru ruhani.
Imam al Qusyry mengatakan, jika murid hendak menempuh jalan ruhani (suluk), hal pertama yang harus dilakukan adalah tobat kepada Allah Swt dari segala dosa. Meninggalkan segala jenis dosa, baik dosa lahir maupun dosa batin. Harus siap direndahkan dan dihinakan oleh manusia, demi untuk dapat menggapai ketinggian derajat dan kemuliaan hidup di hadirat Allah Swt.
Syekh Dulaf al Syibly berkata kepada muridnya Ali al Hushry, dalam rangka riyadhah (olah ruhani), agar dari Jum’at ke Jum’at berikutnya, tidak ada kepedulian terhadap kelezatan duniawiah, dan kepedulian harus difokuskan sepenuhnya hanya untuk beribadah kepada Allah Swt dan berbuat kebajikan kepada sesama.
Menurut imam al Qusyry, jika Allah Swt berkenan memberikan kebaikan kepada murid, maka Allah Swt akan menganugrahkan keteguhan batin (tsabat) kepada murid, untuk dapat menempuh jalan hidup spiritualitas yang sedang dijalaninya. Namun di sisi yang lain, jika Allah Swt menghendaki keburukan pada murid, maka Allah Swt akan mengembalikan murid pada suasana batin semula, yaitu dikeluarkan dari wahana penempuhan perjalanan batinnya.
Di antara aturan aturan yang berlaku bagi murid, perspektif sufistik adalah, jika tidak menemukan syekh yang dapat mendidik adab jiwanya di tempat tinggalnya, yang ideal ia harus hijrah kepada syekh yang memiliki derajat tinggi di zamannya. Wallahu’alam




