Abu Chik Diglee

image

Sahl Al Tustary

Oleh : Abu Chik Diglee

Sahl al Tustary bernama lengkap Abu Muhammad Sahl Abdullah al Tustary, hidup dalam rentang waktu tahun 200 sampai dengan tahun 283 Hijriah(815 – 896.M), ia wafat dalam usia 83 tahun. Sahl al Tustary adalah imam sufi pada zamannya dan ia memiliki banyak karamah pada saat hidupnya, serta sempat bertemu dengan Dzunnuun al Mishry ketika berhaji ke Mekkah.

Sahl al Tustary adalah murid dari Abu Hubaib Hamzah bin Abdullah al Abadany, seorang ulama sufistik besar dari kota Abadan, sebuah kota di wilayah teluk Arab, sekarang telah menjadi bahagian dari wilayah Iran.

Sahl al Tustary, belajar banyak tentang akhlaq, budi pekerti dan menjaga kebersihan batin selama berguru kepada Abu Hubaib Hamzah bin Abdullah al Abadany. Hari hari Sahl al Tustary, banyak dihabiskan dengan berpuasa dan beribadah kepada Allah swt.

Ucapan yang termasyhur dari Sahl al Tustary adalah:”Setiap perbuatan yang dilakukan para hamba dengan bimbingan hidayah Allah swt dan petunjuk Rasul-Nya, berarti adalah siksaan terhadap hawa nafsu buruknya.”

Sejak dari masa kanak kanaknya, Sahl al Tustary telah diajarkan dan dibimbing oleh pamannya Muhammad Sawar seorang sufistik, untuk terbiasa menegakkan shalat tahajud dan shalat witir, padahal usianya pada saat itu baru tujuh tahun. Dan pamannya itu menanamkan nilai nilai tauhid yang luar biasa pada jiwanya.

Hal pokok yang diajarkan oleh pamannya Muhammad Sawar kepada Sahl al Tustary adalah, bahwa Allah swt selalu mengawasi para hamba-Nya (Allah swt Nadziry Ilayya/Allah swt melihat kepada diriku) dan Allah swt senantiasa menyaksikan para hamba-Nya (Allah swt syaahidy/Allah swt menyaksikan diriku).Dan kalimat itu diperintahkan oleh pamannya untuk terus diulang ulang dalam ucapan lisan dan terhunjam dalam, pada hatinya sampai ia wafat.

Dengan demikian, Sahl al Tustary, tidak berani berbuat dosa dan melalaikan kewajiban kepada Allah swt., karena ia telah meyakini dengan sangat kuat, bahwa Allah swt Maha Mengawasi dan Maha Menyaksikan semua perbuatan dan aktifitas para hamba-Nya. Oleh karenanya, Sahl al Tustary menjadi hamba yang tidak pernah terjerumus ke dalam lumpur dosa dan noda untuk kedua kalinya, dan itu pertanda bahwa ia adalah salah seorang waliyullah di antara banyak wali wali Allah swt yang lainnya.Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru