image

Ushul al Hadits

Oleh : Abu Chik Diglee

USHUL AL HADITS adalah ilmu tentang pokok pokok hadits dan musthalahnya secara umum.Ushul al Hadits, memiliki urgensi untuk dapat mengetahui dan membedakan dengan baik hadits yang cacat dengan yang sempurna,yang dha’if dengan yang shahih, yang marfu’ dengan yang mauquf dan maqthu’, dan lainnya.

Ushul al Hadits adalah dasar dari upaya penggalian hukum yang bertumpu kepada sunnah Nabi saw. Dengan ilmu Ushul al Hadits ini, upaya mengikuti sunnah Rasulullah saw dapat termanifestaskan dengan baik dan sempurna.

Ilmu Ushul al Hadits adalah ilmu murni yang digali oleh ummat Islam sebagai salah satu upaya membentengi sumber hukum kedua di dalam Islam, yaitu hadits hadits Nabi saw.Ushul al Hadits adalah sumbangan peradaban keilmuan yang nyata dari ummat Islam.Antara hadits dan Ushul al Hadits adalah dua hal yang menyatu.Karena hadits adalah objek yang dikaji, sedangkan Ushul al Hadits adalah kaidah dan metode yang harus diikuti untuk dapat menerima atau menolak sebuah hadits dan juga sekaligus untuk nenetapkan kualifikasi apakah hadits itu shahih atau dha’if.

Hal lain yang tidak kalah penting, yang menjadi objek kajian ilmu Ushul al Hadits diantaranya adalah tentang tahammul (menerima) hadits dan ada’ (menyampaikan) hadits.Keduanya mengandung metode,sighat, dan persyaratan tertentu yang ketat.

Tentang tarikh al ruwaat (sejarah periwayatan), dalam hal ini dikaji kapan, dimana, bagaimana suasana tatkala hadits itu hadir.Sehingga ummat Islam tidak hanya bisa mengetahui teks atau matan hadits semata, tetapi juga mengerti, dimana dan kapan hadits itu hadir serta paham tentang konteks dan suasana pada saat hadits itu muncul.

Menyangkut al jarh wa ta’diil (celaan dan pujian terhadap sanad dan rawi).Di dalam hal ini, dijelaskan bagaimana ulama ahli hadits mengungkapkan jarh (celaan) terhadap sanad yang cacat, dengan ungkapan bahasa yang berakhlaq, contohnya untuk sanad yang berdusta, diungkapkan dengan bahasa”.Lam Yakun Mustaqim al Lisan” (tidak lurus lisannya).

Berkaitan dengan gharib al hadits (menjelaskan lafadz atau redaksi hadits yang tidak jelas atau asing), berikutnya tentang mukhtalif al hadits wa musykiluhu (membahas tentang hadits hadits yang tampaknya bertentangan dan mengandung masalah).Dimana kemudian hadits itu dikompromikan dengan mentaqyid muthlaqnya,mentakhshis ‘amnya, menelaah mafhum dari manthuqnya, dan lain lain.

Kemudian dilihat juga sisi naasikh wa mansukh hadits (hadits yang menghapus dan hadits yang dihapus).Melihat sisi asbab al wurud (sebab keberadaan hadits).Memperhatikan ‘ilal al hadits (sebab tersembunyi yang mencacatkan hadits,meskipun secara teks zahir tampak terhindar dari ‘illat atau maradh/penyakit). Masuk dalam kajian ini, hadits hadits yang sebenarnya munqathi’, tetapi dimuttashilkan.

Hadits yang sebenarnya mauquf atau maqthu’ dimarfu’kan.Di antara kitab kitab ilmu Ushul al Hadits yang populer adalah kitab Ushul al Sunnah dan Madzahib al Muhaditsin karya imam Ali ibn Abdillah al Madiniy. Kitab Ushul al Hadits karya imam Muslim ibn Hajjaj al Qusyairiy.Imam al Hafidz Abu Bakar Ahmad Harun ibn Rauj al Bardiji (w.301.H), menulis kitab Ma’rifat fi Ushul al Hadits dan kitab Ma’rifat al Muttashil min al Hadits wa al Mursal wa al Maqthu’ wa Bayan al Thuraq al Shahihah.

Imam Abu Muhammad al Hasan ibn Abdirrahman ibn Khalad al Ramahurmuziy(365.H), menulis kitab al Muhaddits al Fashil Baina al Rawi al Wa’iy.Dan kitab kitab Ushul al Hadits lainnya. Melihat kesungguhan para ulama ahli hadits menggali hadits hadits Nabi saw., dengan metodologi yang valid dan representatif, menurut standar keilmuan yang dirancang bangun di dalam dunia keilmuan Islam, maka terasa betapa masih banyaknya ilmu yang harus terus digali dan didalami, menyangkut hadits dan keilmuannya.

Mudah mudahan, jika ada rasa pongah para hamba, yang merasa telah berilmu banyak, kemudian menjadi sombong karenanya, dapat tersembuhkan dengan kesadaran, bahwa disebalik tumpukan ilmu yang banyak, yang sudah dimilikinya itu, masih terdapat tumpukan gunung ilmu yang lebih banyak lagi, yang kesemuanya itu belumlah tergali secara sempurna dan seksama. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Related Posts

Milad HMI - Azzawiy id

Related Posts