Yakhtaluuna al dunya bi al diin, artinya adalah mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Nomenklatur ini lahir dari sabda Nabi
Muhammad saw., pada saat beliau menjelaskan tentang kehidupan di akhir zaman. Hadits dimaksud diriwayatkan oleh imam al Tirmidzi dari seorang sahabat Nabi saw., yaitu Abu Hurairah. Di dalam hadits tersebut, Rasulullah saw bersabda:” Yukhraju fi akhiri al zamaan rijaalun yakhtaluun al dunya bi al diin.
Yalbasuuna li al naasi juluuda al dha’ni minalaini. Alsinatuhum ahlaa min al sukari, wa quluubuhum quluubu al dziaabi. Yaquulullahu ta’aalaa abiy tagtaruuna am ‘alayya tajtari’uun? Fabi halaftu laab’atsanna ‘alaa ulaaika minhum fitnatan tada’ul haliima minhum hairaan.” Artinya, “Akan keluar di akhir zaman, orang orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama.
Mereka berpakaian dihadapan orang, dengan pakaian yang dibuat dari kulit kambing (berpura pura zuhud dari dunia) untuk mendapatkan simpati orang banyak. Perkataan mereka lebih manis dari gula, padahal hati mereka adalah hati serigala (memiliki tujuan yang buruk).
Allah Yang Maha Tinggi berfirman kepada mereka, apakah kamu tertipu dengan kelembutan-Ku? Demi kebesaran-Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah (cobaan yang berat), yang akan terjadi di kalangan mereka, sehingga orang yang haliim (yang teguh pendirian lagi banyak pengalamannya) pun, akan menjadi bingung sebab adanya fitnah (cobaan yang berat) itu.”
Hadits di atas menjelaskan tentang kehidupan pada akhir zaman, dimana akan terjadi, para hamba ada yang menjadikan agama sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dunia.
Jika masa dan zaman itu tiba, maka orang yang teguh pendirian dan punya banyak pengalaman sekalipun, akan merasakan suasana yang sangat pelik dan mengalami kebuntuan cara berpikir. Mudah mudahan, Allah swt terus melindungi kita dari kejahatan diri kita sendiri, dan juga dari kejahatan orang lain, dan mudah mudahan Allah swt senantiasa menganugrahkan kepada kita hidayah, taufik, dan inayah-Nya, sehingga akhir dari kehidupan kita, adalah akhir kehidupan yang husnul khatimah. Aamiin. Wallahu’alam.




