Yujzi ma’ruf artinya membalas kebaikan. Islam mengajarkan, agar berbagai kebaikan yang dilakukan oleh seseorang kepada seorang hamba yang lain, hendaknya diupayakan untuk dapat membalasnya dengan kebaikan juga.
Di dalam kitab al Adabul al Mufrad, karya imam al Bukhari, nomor hadits 215, dari Jabir bin Abdillah al Anshari, Rasulullah saw bersabda: “Man shuni’a ilaihi ma’rufun falyujzihi, fain lam yajid ma yujzihi falyutsni ‘alaihi, fainnahu idzaa atsnaa ‘alaihi faqad syakarahu, wain katamahu faqad kafarahu, waman tahallaa bima lam yu’thi, kaannamaa labisa tsaubaa zuuri. “Artinya, “Siapapun yang diberikan kebaikan, maka hendaklah membalasnya.
Jika tidak mendapatkan sesuatu yang dapat digunakan untuk membalas, maka hendaknya memujinya, karena dengan memujinya berarti ia telah berterimakasih kepadanya.Jika ia menyembunyikan kebaikan dari pemberian itu (tidak membalas dan tidak berterimakasih, maka ia telah mengkufuri (tidak mensyukurinya). Siapa-pun yang menghias diri dengan sesuatu yang tidak diberikan (kepadanya), maka ia bagaikan memakai dua baju kenistaan.”
Berdasarkan hadits di atas, dapat diambil tiga kesimpulan, pertama setiap kebaikan orang kepada seorang hamba lainnya, hendaknya dibalas dengan kebaikan pula. Kedua, bentuk balasan terhadap kebaikan seorang hamba, tidak mesti berbentuk materi, bisa dalam bentuk immateri, seperti memberinya pujian atau mengucapkan ucapan terimakasih sebagai pertanda dari rasa bersyukur kepada Allah swt. Ketiga, jangan pernah mengambil atau mengaku, bahwa sesuatu yang tidak diberikan kepada kita sebagai milik kita. Karena mengambil, mengaku, atau menerima sesuatu yang tidak diberikan kepada kita adalah sama dengan menghiasi diri dengan dua lapis jubah kenistaan.
Imam al Bukhari juga meriwayatkan hadits lain dari sahabat Ibnu Umar dimana Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapapun yang memohon perlindungan kepada Allah swt., maka lindungilah dia. Barangsiapa meminta kepada Allah swt maka berilah ia.
Dan siapapun yang memberikan kebaikan kepadamu maka balaslah ia dengan kebaikan pula. Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu yang bisa membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia, sehingga ia tahu bahwa kamu sungguh telah membalas kebaikannya.” Wallahu’alam




