Abu Chik Diglee

image

Al Shabru

Oleh : Abu Chik Diglee

Al Shabru atau sabar artinya adalah menahan diri terhadap sesuatu, dimana hal itu terjadi dikarenakan adanya kendali kekuatan iman pada diri seorang hamba. Al Junayd al Baghdadi pada saat ditanya tentang al shabru (sabar), ia menjawab, al shabru adalah meneguk kepahitan tanpa ekspresi wajah kecewa dan masam.

Al Junayd al Baghdadi juga menegaskan, bahwa perjalanan dari dunia menuju akhirat adalah mudah bagi para hamba yang beriman, tetapi hijrahnya menuju ke dan di sisi Allah Swt adalah sulit. Serta perjalanan dari diri para hamba menuju Allah Swt adalah lebih sulit lagi dan benar benar sulit, namun yang jauh lebih sulit lagi adalah bersabar bersama semua ketentuan Allah
Swt.

Sayidina Ali bin Abi Thalib salah seorang sahabat Nabi Saw mengatakan, bahwa hubungan antara al shabru (sabar) dengan iman itu, seperti hubungan antara kepala dengan badan. Dan al shabru itu, ibarat gunung yang tidak terkikis oleh kondisi alam yang ekstrim sekalipun.

Rasulullah Saw di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam al Bukhari, imam al Tirmidzi, dan imam al Nasa’i dari sahabat Abu Hurairah dan dari Umul Mu’minin Aisyah, beliau bersabda: “Sabar yang sebenarnya itu, adalah pada saat menghadapi cobaan yang pertama.”

Di dalam surat al Nahl ayat 127, Allah Swt berfirman:”Bersabarlah! dan tiadalah kesabaranmu itu, melainkan dengan pertolongan Allah Swt.”
Ibnu Atha’ mengatakan, sabar adalah tetap tabah dalam malapetaka yang menimpa dengan tetap dalam bingkai perilaku adab. Sabar itu tidak lebih dari fananya jiwa dalam berbagai cobaan tanpa keluhan.

Dzunun al Mishriy mengatakan bahwa al shabru (sabar) itu, menjauhi pelanggaran dan tetap bersikap rela dalam merasakan sakitnya penderitaan.Dan al shabru (sabar) juga, merupakan kemampuan, menampakkan kekayaan, ketika diri hamba ditimpa kemiskinan di dalam dinamika kehidupan.

Syekh Abu Utsman mengatakan, hamba yang paling sabar adalah hamba yang terbiasa dalam kesengsaraan yang menimpa dirinya.Dikatakan al shabru (sabar) jika hamba mampu menjalani berbagai cobaan penderitaan dengan sikap yang sama seperti hamba menikmati kenikmatan.

Syekh al Khawwas menjelaskan bahwa al shabru adalah kemampuan untuk menetapi segala ketentuan Allah Swt dan sunnah Rasul-Nya.
Syekh Abu Abdillah bin Khafif menyebutkan bahwa al shabru itu terbagi menjadi tiga bahagian, yaitu; pertama Mutashabbir (hamba yang berjuang untuk bisa sabar), kedua, Shaabir (sabarnya orang yang telah sabar), ketiga, Shabbaar (sabarnya hamba yang sangat sangat sabar). Marilah kita belajar meniti jalan, untuk menuju batin yang mampu memproduksi kesabaran.
Wallahu’alam

Comments 1

  1. 598360 42356An fascinating discussion may possibly be valued at comment. I do believe that you basically write read much more about this subject, it might not often be a taboo topic but normally persons are too couple of to dicuss on such topics. To a higher. Cheers 879803

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru