Ghibah atau Ightiba arti kebahasaannya tidak hadir, secara terminologi sufistik ghibah artinya memperbincangkan tentang sesuatu dimana hamba yang diperbincangkan itu tidak hadir dan jika ia hadir niscaya tidak menyukainya.
Abu Hurairah r. a meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang ikut duduk bersama Rasulullah Saw kemudian ia bangkit berdiri dan pergi. Salah seorang yang hadir berkata, alangkah lemahnya orang itu. Lalu Rasulullah Saw bersabda, kamu telah memakan daging saudaramu ketika kamu menggunjingnya.
Imam al Qusairy mengatakan, bahwa tertulis di dalam shahifah Musa a.s dimana Allah Swt mewahyukan kepada Musa a.s., “Barangsiapa meninggal dunia dengan bertobat dari ghibah, maka ia akan menjadi orang terakhir yang masuk surga. Dan barangsiapa meninggal dunia dengan keadaan terus menerus melakukan ghibah, maka ia akan menjadi orang yang pertama masuk neraka.”
Di dalam surat al Hujarat ayat 12 Allah Swt berfirman: “Dan janganlah sebahagian kamu ghibah (menggunjing) terhadap sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati (mayit) ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt Maha Menerima tobat lagi Maha Penyayang.”
Syekh Sufyan al Tsaury ditanya tentang hadits riwayat imam al Baihaqy, dimana Nabi Muhammad Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt membenci keluarga pemakan daging manusia”.
Syekh Sufyan al Tsaury menjawab, bahwa yang dimaksud Rasulullah Saw di dalam matan hadits tersebut adalah para hamba yang melakukan ghibah(nenggunjing), mereka itulah pemakan daging bangkai manusia.
Imam Ibnu Addi meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik, bahwasanya Nabi Muhammad Saw bersabda,:”Jika para hamba melepaskan tabir rasa malu dari wajahnya, niscaya tidak akan ada masalah ghibah(pergunjingan) baginya.”Dalam hal ini, al hayaa'(rasa malu) dapat menjadi alat protek handal yang dapat membentengi hamba dari prilaku ghibah.
Dalam realitas kehidupan modern yang terlihat relatif lebih maju, justru ghibah(pergunjingan) menjadi lebih hidup dan tumbuh subur. Bahkan ada yang memanfaatkannya sebagai sarana untuk mendapatkan uang, dengan cara mengemasnya menjadi acara hiburan yang ditonton oleh orang ramai. Fenomena buruk yang real seperti itu, sebenarnya dapat disimpulkan dengan “pesta memakan bangkai manusia.” yang tanpa disadari telah melahirkan banyak dosa dosa. Na’udzubillahi min dzalik.
Wallahu’alam





Comments 7
453435 818258Oh my goodness! an amazing article dude. Thanks a ton Nonetheless I is going to be experiencing dilemma with ur rss . Do not know why Not able to join it. Can there be everybody acquiring identical rss concern? Anybody who knows kindly respond. Thnkx 468238
623719 465728Excellent article mate, keep the great function, just shared this with ma friendz 955368
533029 897554Hello super schner Webblog den ihr da habt. Bin gerade ber die Google Suche darber gestolpert. Gefllt mir echt super gut. macht weiter so. MFG Martina 122007
387508 799588Nice weblog here! soon after reading, i decide to buy a sleeping bag ASAP 937989
720413 285363hello I was very impressed with the setup you used with this weblog. I use blogs my self so congrats. definatly adding to favorites. 855371
595307 812661Excellent post man, keep the good function, just shared this with my friendz 182948
946469 5103Spot on with this write-up, I truly assume this internet site wants significantly more consideration. probably be once again to read considerably a lot more, thanks for that information. 754672