Abu Chik Diglee

image

Qana’ah

Oleh : Abu Chik Diglee

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam al Thabrani, dari sahabat Jabir bin Abdillah, Rasulullah Saw bersabda: “al Qana’ah(anugrah Allah swt)adalah kanzun la yafnaa(harta yang tidak pernah sirna).” Imam al Qusyairy dan Imam al Ghazali, mengatakan bahwa, Qana’ah adalah sikap tenang dalam menghadapi hilangnya sesuatu yang sudah terbiasa ada.

Syekh Abu Abdullah bin Khafif berkata, al Qana’ah adalah meninggalkan keinginan terhadap apa yang telah hilang atau terhadap apa yang tidak dimiliki. Dan menghindari ketergantungan kepada apa yang dimiliki. Allah Swt berfirman di dalam surat al Hajj ayat 88 :”Allah akan menganugrahi mereka rezeki yang melimpah. “Menurut imam al Qusyairy, yang dimaksudkan oleh ayat ini adalah para hamba yang qana’h.

Syekh Muhammad bin Ali al Tirmidzy menegaskan bahwa qana’ah adalah kepuasan jiwa terhadap rezeki yang diberikan oleh Allah swt. Dalam hal ini, dapat dipahami bahwa qana’ah adalah menemukan kecukupan di dalam apa yang ada, dan tidak menginginkan apa yang tidak ada.

Dzunun al Mishry mengatakan, hamba yang qana’ah akan menemukan istirah dari kecemasan dan berjaya atas segala sesuatu. Kesedihan dan rasa gelisah akan berkepanjangan bagi hamba yang mata batinnya terus mengarah kepada apa yang dimiliki orang lain.

Syair sufistik mengungkapkan: “betapa indahnya hamba , dari hari hari yang lapar telah terhormat dari kekayaan yang disertai lapar.”Menurut imam al Qusyairy, di dalam kitab Zabur disebutkan, bahwa hamba yang qana’ah adalah yang paling kaya, sekalipun ia dalam keadaan lapar.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam al Baihaqi, dari sahabat Abu Hurairah, Nabi saw bersabda :
” Jadilah hamba yang wara’, maka kamu akan menjadi hamba yang paling berbakti kepada Allah Swt. Jadilah kamu hamba yang qana’ah, maka kamu akan menjadi hamba yang paling bersyukur. Cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, maka kamu akan menjadi hamba yang paling kuat imannya. Perbaikilah dalam hidup bertetangga dengan para tetanggamu, maka kamu akan menjadi muslim yang baik. Sedikitlah tertawa, sebab banyak tertawa itu akan mematikan hati.” Wallahu’alam.

Comments 1

  1. 675694 424362Some actually select articles on this internet web site , bookmarked . 100932

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru