Abu Chik Diglee

image

Safar

Oleh : Abu Chik Diglee

Safar secara sederhana dapat diartikan dengan berpergian. Safar berasal dari bahasa Arab yaitu, Safara-Yasfuru-Sufuuran – Wa Safran-Wa Sifaaratan. Di dalam terminologi sufistik, safar dimaknai hanya untuk jenis berpergian dengan niat yang baik, dan dengan tujuan hanya untuk menggapai kebaikan dan ketakwaan semata, dan di luar pengertian tersebut dipandang bukan sebagai safar.

Di kalangan sufistik ada yang suka melakukan safar horizontal dan ada yang tidak.Yang menyukai safar horizontal di antaranya adalah syekh Abu Abdullah al Maghribi, Ibrahim bin Adham, Dulat al Syibliy, Said bin Ismail al Hiry dan lain lainnya.Sedangkan yang tidak menyukai safar horizontal diantaranya adalah al Junayd al Baghdadi, Sahl bin Abdullah, Abu Yazid al Bisthamiy, Abu Hafis dan lain lainnya.

Di dalam kehidupan para sufistik, safar atau berpergian itu ada dua bentuk. Pertama safar yang berbentuk jasmani, yaitu dimana para hamba pergi secara phisik, yaitu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.Kedua safar secara ruhani, yaitu batin para hamba mendaki dari satu sifat maqam kepada sifat maqam yang lebih tinggi.

Syekh Abu Ali al Daqqaq berkata, bahwa ada seorang syekh yang taat di Naisabur, suatu ketika syekh tersebut ditanya apakah syekh ada melakukan safar(bepergian)? Lalu syekh itu menjawab:” safar(berpergian) di bumi atau safar ke langit? Jika yang dimaksud safar di permukaan bumi tidak, tetapi jika safar ke langit iya.” Artinya ada safar horizontal (minal makan ilal makan fi al ardhi), dan ada safar vertikal (minal ardhi ila al sama’i fi qalbi al ‘abdi).
Syekh Rumayin Bin Ahmad pernah ditanya tentang adab dan etika bersafar(berpergian), maka ia menjawab, “hendaknya cita cita dan harapannya tidak tidak melampaui batas langkahnya.Dan dimana saja batinnya ingin berhenti, disanalah tempat tinggalnya.”

Allah Swt berfirman di dalam surat Yunus ayat 22 ,:”Dia-lah Allah yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan dapat (berlayar) di lautan.”

Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar bahwa Rasulullah Saw jika menaiki unta untuk safar, selalu mengawali dengan takbir tiga kali, kemudian membaca:”Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah Tuhan kami.”

Selanjutnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim, Nabi saw melanjutkan bacaannya sebagai berikut :”Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon kepada-Mu agar dalam bepergian kami senantiasa dipenuhi kebajikan dan taqwa, melakukan perbuatan yang Engkau ridhai, dan mudahkanlah kami di dalam perjalanan kami. Ya Allah, Engkau-lah yang menjadi pendamping dalam bepergian, sebagai pelindung bagi keluarga dan harta. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, dan dari kebinasaan yang cepat, dan dari keburukan pandang pada harta dan keluarga.”

Jika Nabi Muhammad Saw pulang dari safar(berpergian), beliau mengucapkan kepada istri istrinya kalimat berikut ini :
“Kami orang orang yang kembali, tergolong orang orang yang bertaubat, dan kepada Allah, kami semua sama sama memuji.”

Mudah mudahan para hamba dapat bersafar secara horizontal dan juga secara vertikal.yang horizontal untuk memperkaya pengalaman jasmani kemanusiaan sedangkan yang vertikal untuk memperkaya batin spiritualitas.Wallahu’alam

Comments 6

  1. 798027 89109I adore your wordpress template, where do you download it through? 802956

  2. canik tp9sfx says:

    302819 954876I gotta favorite this internet site it seems invaluable extremely valuable 790002

  3. 631434 77010I like this website really significantly, Its a very nice position to read and receive information . 113358

  4. 906781 459292Hi there! I merely want to give a huge thumbs up for the very good data you can have appropriate here on this post. I will likely be coming again to your weblog for a lot more soon. 2638

  5. slot999 says:

    275794 92268Youd outstanding guidelines there. I did a search about the field and identified that really likely the majority will agree along with your internet page. 124541

  6. 408574 435880I completely agree with you about this matter. Good post. Already bookmarked for future reference. 863614

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Abu Chik Diglee

Tgk. Dr. H. Zulkarnain, MA

Abu Chik Diglee, nama lengkapnya Tgk. H. Dr. Zulkarnain, MA. Selain memimpin Majelis Ratib Haddadiyah, Abu Chik Diglee menjabat sebagai Ketua Prodi Hukum Keluargan Islam (HKI) Pascasarjana IAIN Langsa.

Popular Sinopsis Abu Chik Diglee

Post Terbaru