Al Hayaa’ di dalam bahasa Indonesia artinya adalah rasa malu. Imam al Qusairy mengingatkan kepada para hamba, agar rasa malu tetap hidup dalam hati para hamba, dan terbiasalah berteman dengan para hamba yang memiliki rasa malu.
Ibnu Atha’ menegaskan bahwa bahagian terbesar dari ilmu adalah rasa malu, jika rasa malu telah hilang, maka sirnalah semua kebaikan diri.
Dzunun al Mishry mengatakan rasa malu berarti bahwa engkau merasakan kegentaran di dalam batinmu, sangat khawatir kepada Allah Swt tentang masa lalu yang telah engkau lakukan dan lalui.
Dzunun juga mengatakan, mahabbah(cinta), membuat para hamba berbicara, al Hayaa'(rasa malu) membuat orang terdiam, dan khauf, membuat para hamba menjadi gelisah.
Syekh Abu Utsman mengatakan, orang yang berbicara tentang rasa malu, namun tidak merasa malu dihadapan Allah Swt, berarti telah terkena istidraj.
Al Sary mengatakan bahwa rasa malu dan sukacita ruhani, masuk ke dalam batin para hamba. Jika keduanya menemukan wara’ dan zuhud di dalam batin tersebut, maka malu dan sukacita akan menetap, tetapi jika tidak, keduanya akan meninggalkannya.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh oleh imam al Tirmidzi dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda:”Malu adalah sebahagian dari iman.”
Imam al Hakim di dalam kitab al Mustadrak ‘Ala Shahihain meriwayatkan hadits, dimana Rasulullah Saw bersabda :”Malulah kamu sekalian dihadapan Allah Swt dengan rasa malu yang sebenar benarnya. Sahabat menjawab, kami sudah merasa malu ya Rasulullah Saw dan segala puji bagi-Nya. Lalu Rasulullah Saw bersabda, itu belum malu yang sebenar-benarnya.Orang yang ingin memiliki rasa malu yang sebenar-benarnya di hadapan Allah Swt, hendaklah ia menjaga pikiran dan bisikan batinnya, hendaklah ia menjaga perutnya dari apa yang dimakannya, hendaklah ia mengingat mati dan cobaan di dalam kubur. Orang yang menghendaki akhirat, hendaklah meninggalkan perhiasan perhiasan kehidupan duniawi. Orang yang dapat melakukan semua itu, barulah ia memiliki rasa malu yang sebenar-benarnya di hadapan Allah Swt.”
Salah satu tanda bahwa seorang hamba memiliki rasa malu adalah, bahwa ia tidak pernah terlihat dalam situasi yang membuatnya malu. Al Fudhail bin Iyadh mengatakan, bahwa diantara tanda tanda celakanya seorang hamba adalah jika hamba itu kehilangan rasa malu dan terbuai oleh lamunan angan angan tanpa batas. Gapai dan hiasilah diri dengan rasa malu, niscaya kemuliaan hidup akan senantiasa didapatkan.
Wallahu’alam





Comments 3
142694 478510definitely like your internet web site but you need to check the spelling on several of your posts. Several of them are rife with spelling troubles and I uncover it very troublesome to tell the truth nevertheless I will undoubtedly come back once again. 519711
927989 536083I got what you intend,bookmarked , really good internet internet site . 780366
427817 492365Outstanding post, I feel blog owners really should larn a great deal from this blog its actually user genial . 199052